September 22

0 comments

Mau Coba Usaha Gabungan? Pengusaha Harus Tahu Joint Venture

Joint venture merupakan alternatif yang tepat bagi para pengusaha yang ingin menjalankan usaha namun mengalami kendala seperti kekurangan dana dan sumber daya.

Secara umum, skema bisnis joint venture dapat berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang. Durasi ini sendiri tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Nah, bagi yang masih bingung dengan joint venture. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Joint Venture

Mau Coba Usaha Gabungan? Pengusaha Harus Tahu Joint Venture

Dalam bisnis, usaha patungan adalah suatu kesatuan perusahaan atau korporasi yang terbentuk antara 2 pihak atau lebih dengan tujuan menyatukan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan atau proyek ekonomi tertentu secara bersama-sama.

Pengertian lain, joint venture atau usaha gabungan adalah perjanjian bisnis antara dua pihak atau lebih untuk menyatukan sumber daya dan mencapai tujuan tertentu.

Berbeda dengan penggabungan usaha, joint venture menghasilkan badan usaha baru yang kedudukannya terpisah dari jenis usaha perusahaan yang bekerja sama. Badan usaha baru tersebut dapat berbentuk perseroan terbatas, persekutuan, atau perseroan terbatas.

Perjanjian antara perusahaan-perusahaan ini mengatur hak dan kewajiban semua pihak yang bekerja sama, termasuk pembagian keuntungan, kerugian, dan biaya lain yang perusahaan butuh.

Kerjasama ini umumnya berlangsung oleh perusahaan dalam negeri dan perusahaan asing (asing), dan berjalan untuk waktu tertentu atau tidak selamanya.

Kenapa Melakukan Joint Venture?

Ada beberapa alasan terbentuknya perusahaan patungan antar perusahaan, antara lain:

1. Kebutuhan Modal dan Sumber Daya

Kerjasama antara beberapa perusahaan membantu meminimalkan penggunaan modal dan sumber daya.

2. Meminimalkan Risiko Bisnis

Melalui perjanjian bisnis ini, potensi kerugian akibat adanya bisnis baru dapat terminimalisir semaksimal mungkin. Karena perjanjian tersebut memuat aturan tentang pembagian keuntungan dan kerugian bagi masing-masing pihak yang bekerjasama.

BACA JUGA:  5 Alasan Utama Bisnis Bangkrut Pada Tahun Pertama

3. Pengembangan Bisnis Lebih Luas

Perusahaan ingin memanfaatkan peluang pengembangan bisnis ketika bekerja sama dengan perusahaan lain. Kolaborasi ini membantu dalam memperoleh kemudahan dalam jaringan distribusi produk.

3. Alih Teknologi dan Keahlian

Perusahaan yang melakukan joint venture ini akan saling mentransfer teknologi dan keahlian. Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi perusahaan yang memiliki keterbatasan teknologi dan keahlian.

4. Penciptaan Inovasi Produk

Terjadinya usaha patungan oleh beberapa perusahaan umumnya karena ingin menghasilkan produk atau jasa baru di pasar. Sehingga dengan bekerja sama, perusahaan dapat memaksimalkan potensi produk baru tersebut.

Jenis Joint Venture

Ada dua jenis kontrak joint venture, yaitu domestik dan internasional.

Menurut pasal 8 ayat (1) Keputusan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Penyertaan Saham Pada Perusahaan Yang Dibentuk Untuk Tujuan Asing penanaman modal, dunia usaha wajib mendirikan perusahaan dengan cara demikian. itu adalah :

  • Pelabuhan
  • Produksi, transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum
  • Telekomunikasi
  • Melayani
  • Penerbangan
  • Air minum
  • kereta api umum
  • Pembangkit listrik tenaga atom
  • Media massa atau media massa

Usaha patungan harus berlangsung oleh investor asing dengan perusahaan dalam negeri. Hal ini karena bisnis penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Sedangkan usaha yang tidak boleh menanam adalah bidang yang berkaitan dengan pertahanan negara, seperti produksi senjata, mesin, alat peledak, dan peralatan perang.

Aspek Yang Harus Diperhatikan Dalam Perjanjian Joint Venture

Kesepakatan merupakan hal terpenting dalam pembentukan usaha patungan. Karena di dalamnya terkandung segala hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat, termasuk tujuan yang ingin terwujudkan dari kerjasama ini.

BACA JUGA:  Konsultan Bisnis Jogja

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hal-hal yang harus ada dalam perjanjian joint venture. Apa pun?

  • Pihak yang terlibat
  • Manajemen usaha patungan dan struktur keanggotaan
  • Persentase kepemilikan masing-masing pihak
  • Persentase untung dan rugi
  • Tujuan perjanjian
  • Jangka waktu perjanjian berlaku/berjalan
  • Legalitas
  • Daftar sumber daya
  • Karyawan yang akan menjalankan usaha patungan
  • Penulisan administrasi dan laporan keuangan

Itulah penjelasan dari joint venture. Jadi, apakah Anda tertarik menjadi pengusaha patungan?

Jika demikian, pertimbangkan baik-baik dan pastikan perjanjian bisnis yang dibuat tidak merugikan salah satu pihak. Saya berharap Anda sukses dalam bisnis Anda!


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top