Januari 21

0 comments

Mau Bikin Perusahaan Tapi Bingung PT atau CV? Ini Tipsnya!

Perseroan Terbatas (PT) adalah entitas hukum yang memiliki pemisahan antara kekayaan perusahaan dan kekayaan pemiliknya, sehingga pemiliknya tidak bertanggung jawab secara pribadi atas hutang perusahaan.

Mendirikan perusahaan merupakan langkah besar yang melibatkan banyak keputusan, termasuk pemilihan bentuk badan usaha. Kemudian di Indonesia, dua bentuk badan usaha yang umum adalah Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Perlu di pahami sejumlah aspek dan kemudian pengetahuan terkait Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Venootschap (CV). Baca artikel ini selengkapnya dan tentukan keputusan Anda!

PT

Tips untuk membantu Anda memilih antara PT atau CV

1. Pertimbangkan Skala dan Jenis Bisnis Anda

PT:

  • Cocok untuk bisnis besar: Kemudian PT lebih sesuai untuk bisnis dengan skala nasional atau internasional yang memerlukan struktur perusahaan yang kompleks.
  • Perlindungan hukum yang lebih besar: Pemilik PT memiliki perlindungan hukum yang lebih besar dibandingkan dengan bisnis jenis lain, karena tanggung jawab mereka terbatas pada jumlah saham yang dimiliki.
  • Penjualan saham: Saham PT kemudian dapat di jual atau di pindah tangankan dengan mudah, memudahkan perubahan kepemilikan.

CV:

  • Lebih cocok untuk bisnis skala kecil hingga menengah: CV lebih sesuai untuk bisnis dengan skala yang lebih kecil, di mana keberlanjutan bisnis tidak sepenuhnya tergantung pada satu atau dua pemilik.
  • Keputusan fleksibel: Keputusan dalam CV kemudian dapat di ambil secara lebih fleksibel dan cepat tanpa terlalu banyak birokrasi, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan pasar.
  • Penawaran saham: Tidak ideal untuk perusahaan yang berencana melakukan penawaran saham kepada publik karena strukturnya yang lebih sederhana.

2. Tinjau Aspek Kepemilikan dan Tanggung Jawab

PT:

  • Tanggung jawab terbatas: Pemilik saham PT kemudian memiliki tanggung jawab terbatas sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
  • Pemisahan kepemilikan dan pengelolaan: Kemudian ada pemisahan yang jelas antara kepemilikan saham dan pengelolaan bisnis, memungkinkan perusahaan untuk beroperasi tanpa terlalu tergantung pada pemiliknya.
BACA JUGA:  5 Tips Sukses Bisnis Baju Thrift, Dari Pemilihan Hingga Pemasaran

CV:

  • Jenis mitra: Ada dua jenis mitra dalam CV, yaitu komanditer (tanggung jawab terbatas) dan komanditer aktif (tanggung jawab tak terbatas).
  • Tanggung jawab komanditer: Komanditer hanya bertanggung jawab sesuai dengan kontribusi modalnya, sementara komanditer aktif bertanggung jawab secara pribadi.

3. Pertimbangkan Aspek Hukum dan Administratif

PT:

  • Lebih kompleks: Kemudian lebih kompleks dalam hal administrasi dan persyaratan hukumnya, termasuk keharusan memiliki Dewan Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Prosedur formal: Keputusan di PT kemudian harus mengikuti prosedur formal yang ketat.

CV:

  • Lebih sederhana: Kemudian CV lebih sederhana dari segi administrasi dan persyaratan hukumnya.
  • Keputusan fleksibel: Kemudian keputusan dalam CV dapat di ambil secara lebih fleksibel tanpa harus mengikuti prosedur formal yang ketat.

4. Perhatikan Pajak

PT:

  • Pajak penghasilan badan: Kemudian di kenakan pajak penghasilan badan untuk keuntungan perusahaan.
  • Pajak penghasilan individu: Pemilik saham ini kemudian di kenakan pajak penghasilan individu atas dividen yang diterima.

CV:

  • Pajak penghasilan badan: CV di kenakan pajak penghasilan badan untuk keuntungan perusahaan.
  • Pajak individu: Komanditer aktif dan kemudian komanditer di kenakan pajak penghasilan individu.

5. Perhatikan Modal dan Pendanaan

PT:

  • Modal tambahan: Saham PT dapat di jual atau di pindah tangankan untuk kemudian mendapatkan modal tambahan.
  • Cocok untuk kebutuhan modal besar: cocok kemudian untuk perusahaan dengan kebutuhan modal besar.

CV:

  • Pendanaan bergantung pada mitra: Pendanaan CV lebih bergantung pada modal dari para mitra.
  • Cocok untuk modal relatif kecil: Kemudian CV ideal untuk bisnis yang dapat beroperasi dengan modal yang relatif kecil.

6. Pertimbangkan Kemudahan dan Biaya Pendirian

PT:

  • Proses rumit: Proses pendirian ini kemudian lebih rumit dan membutuhkan biaya yang lebih tinggi.
  • Persetujuan Kementerian Hukum dan HAM: Kemudian memerlukan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM.
BACA JUGA:  7 Langkah Easy Cara Memulai Bisnis Sukses dan Menguntungkan

CV:

  • Proses sederhana: Kemudian proses pendirian CV lebih sederhana dan biaya yang lebih rendah.
  • Kemudian tidak memerlukan persetujuan: Tidak memerlukan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kesimpulan

Pemilihan antara PT atau CV harus berdasarkan pada karakteristik dan kebutuhan bisnis Anda. Jika bisnis Anda berskala besar dan membutuhkan keberlanjutan jangka panjang, PT kemudian mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai. Di sisi lain, jika Anda memiliki bisnis skala kecil hingga menengah yang ingin menjaga fleksibilitas dan meminimalkan birokrasi, CV dapat menjadi pilihan yang lebih cocok. Sebaiknya, konsultasikan dengan ahli hukum atau konsultan bisnis untuk kemudian mendapatkan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan konteks bisnis Anda.

Penulis: Diar Ayu, Consultant of D’Consulting Group


Tags

biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, mengatur keuangan, modal, online, pajak, pajak penghasilan, peluang, promosi, supermarket, tips, toko, usaha


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik