Juli 28

0 comments

Ketahui Tahapan-Tahapan Dan Tujuan Auditing Laporan Keuangan

Ada yang belum tahu apa itu audit dan apa tujuan auditing dan apa saja tahapan audit atas laporan keuangan?

Audit merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada stakeholders. Audit ini juga akuntan publik lakukan sebagai pihak independen.

Sebelum kita mendalami apa itu audit dan apa tujuan serta tahapan audit atas laporan keuangan, mari kita pelajari dulu apa itu audit.

Pengertian Audit

Sesuai dengan penjelasan singkat di atas, audit adalah kegiatan untuk meninjau semua data yang benar dari setiap laporan yang keluar. Hal ini memliki maksud untuk memeriksa data yang dapat bermanfaat untuk memastikan keakuratannya.

Proses audit itu sendiri membutuhkan data atau informasi dalam laporan tertulis untuk diperiksa secara detail agar tidak ada yang sia-sia atau salah.

Proses audit juga memiliki pengertian sebagai kegiatan evaluasi organisasi, sistem, proses, dan produk dalam suatu bisnis atau perusahaan.

Audit pada umumnya merupakan evaluasi terhadap laporan keuangan saja, mulai dari komponen individu, bahkan sampai pada level perusahaan. Selanjutnya, proses audit menghasilkan data yang dapat berguna oleh perusahaan untuk menjadi dasar dan pertimbangan dalam menentukan suatu keputusan.

Macam-Macam Audit

Audit sendiri memiliki dua jenis yang dapat berbeda berdasarkan ruang lingkup kegiatannya. Dua jenis audit berdasarkan ruang lingkup kegiatan yang terlaksana, yaitu:

1. Audit Umum

Memiliki definisi sebagai kegiatan review dan evaluasi yang audit atau auditor independen dan kompeten lakukan.

Audit ini sebenarnya hampir sama dengan proses audit pada umumnya, audit dapat terlaksana dengan menggunakan dasar standar profesional akuntan publik dengan kode etik yang berlaku.

Hal ini membuat audit umum menjadi jenis audit yang paling sering terpakai oleh perusahaan dalam memeriksa kembali laporan guna mendapatkan informasi yang benar.

BACA JUGA:  Tips Membuat Bisnis Plan Hanya Dari Laporan Keuangan
2. Audit Khusus

Berbeda dengan audit umum, audit khusus hanya memiliki ruang lingkup yang lebih terbatas. Namun fungsinya hampir sama dengan audit umum.

Audit khusus cukup sering terpakai di perusahaan untuk melakukan inspeksi pada divisi-divisi tertentu, juga hanya untuk periode satu tahun terakhir.

Tujuan Auditing Laporan Keuangan

Tujuan auditing atas laporan keuangan tersebut adalah untuk memperoleh nilai wajar atau kelayakan penyajian laporan keuangan yang suatu perusahaan buat.

Dalam kewajaran dan kelayakan juga terkandung dalam prinsip-prinsip akuntansi yang dapat tercermin dalam opini audit. Laporan keuangan yang telah teraudit ini memiliki 4 pendapat yang berbeda, antara lain:

  • Wajar tanpa pengecualian, merupakan laporan keuangan yang keluar berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.
  • Wajar dengan pengecualian, adalah laporan keuangan yang telah masuk tetapi masih harus banyak realisasinya agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  • Tidak wajar, laporan keuangan yang keluar tidak sesuai dengan standar akuntansi pada umumnya.
  • Tidak memberikan pendapatan, laporan keuangan yang ada mengandung kesalahan material dan terdapat keterbatasan audit sehingga auditor tidak dapat menemukan bukti yang cukup untuk mengidentifikasi suatu kesalahan.

Tahapan Audit Laporan Keuangan

Seperti penjelasan di atas untuk pengertian dan tujuan audit atas laporan keuangan, dalam audit ini juga terdapat beberapa tahapan yang harus anda ketahui agar anda tidak salah dalam mengartikan audit itu sendiri.

1. Penerimaan Perikatan Audit

Pada tahap ini merupakan kesepakatan antara dua pihak yaitu auditor dan perusahaan yang terwakili oleh manajemen.

Tahap pertama dalam mengaudit laporan keuangan adalah membuat keputusan antara tidak setuju atau setuju. Dalam hal ini auditor tidak langsung memutuskan apakah tidak setuju atau setuju karena banyak pertimbangan yang harus hati-hati terlebih dahulu agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

BACA JUGA:  Teknik Audit Dokumen Yang Tepat Agar Hasil Akurat
2. Perencanaan Proses Audit

Pada tahap ini, auditor harus terlebih dahulu memahami bisnis dan industri yang klien miliki, melakukan prosedur analitis, menentukan materialitas, menentukan risiko audit dan risiko bawaan, memahami struktur pengendalian internal dan menentukan risiko pengendalian, mengembangkan rencana audit dan program audit.

Hal ini bertujuan agar pelaksanaan perencanaan audit atas laporan keuangan dapat melaksanakan dengan benar dan tepat.

3. Pelaksanaan Tes Audit

Setelah melakukan perancangan, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pengujian audit. Pada tahap ini auditor akan melakukan pengujian analitis, pengujian pengendalian dan pengujian substantif.

Pengujian ini bertujuan untuk mempelajari data klien untuk dibandingkan dengan data dan informasi lainnya. Pengujian ini sangat penting karena dalam pengujian ini menentukan apakah audit laporan keuangan layak terlaksana atau tidak.

4. Laporan Audit

Tahap terakhir adalah hasil akhir dari pekerjaan audit yang telah dilakukan. Bentuk laporan ini merupakan bentuk komunikasi antara auditor dengan pihak lain.

Laporan audit tidak boleh dibuat sembarangan karena menyangkut keuangan bisnis atau perusahaan yang sedang Anda kembangkan.

Laporan audit berisi tentang jenis atau jasa yang diberikan, objek yang diaudit, ruang lingkup audit, tujuan audit, hasil audit dan rekomendasi yang diberikan jika ada kekurangan, dan informasi lainnya.

Kesimpulan

Seberapa penting manfaat audit bagi perusahaan? Audit membantu dalam menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat serta menghindari atau mengungkap kecurangan yang dilakukan oleh manajemen di dalam perusahaan itu sendiri. Tidak hanya itu, audit dapat meningkatkan integritas laporan keuangan untuk dipercaya oleh pihak eksternal, seperti investor dan pemerintah.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top