Oktober 28

0 comments

Kenali Dokumen Contoh Purchase Order Yang Penting Bagi Usaha

Purchase order (PO) atau juga di kenal sebagai contoh purchase order adalah dokumen yang di buat untuk menunjukkan barang yang ingin Anda beli.

Selain itu, dokumen ini juga dapat membantu bisnis Anda memastikan bahwa setiap pembelian yang di lakukan sesuai dengan anggaran bisnis Anda.

contoh purchase order

Pengertian Purchase Order

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, Purchase Order (PO) adalah dokumen yang di buat oleh pembeli untuk menunjukkan barang yang ingin mereka beli dari penjual.

Artinya, PO juga di gunakan sebagai kontrak yang membentuk kesepakatan antara pembeli dan penjual mengenai barang yang ingin di beli pembeli.

Dokumen ini berisi informasi tentang rincian pesanan kebutuhan pembeli seperti jenis barang, jumlah, harga, dan nomor atau tanggal.

Semakin spesifik pesanan, semakin banyak detail yang di sertakan dan itu akan membuat aktivitas pesanan pembelian menjadi lebih efektif.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan antara PO dan faktur?

Kesalahpahaman sering terjadi karena keduanya melibatkan aktivitas pelanggan (pembeli) dan pemasok (penjual) yang mengatur pembayaran suatu produk atau jasa.

Perbedaan utama terletak pada waktu. Sederhananya, arti PO di keluarkan di awal proses ketika pembeli mulai memesan barang yang di butuhkan dari penjual.

Sedangkan invoice atau invoice di keluarkan pada akhir proses oleh penjual dengan menggunakan informasi dari PO untuk menagih pembayaran yang telah di sepakati oleh pembeli.

Fungsi Pesanan Pembelian

Berikut ini adalah fungsi dari Purchase Order (PO), apakah itu?

  1. Sebagai bukti pemesanan barang dari pembeli, dan komitmen penjual sebagai penerima pesanan
  2. Menghindari kesalahan jumlah pesanan barang dan spesifikasi produk
  3. Menghindari kesalahan harga pembelian barang sehingga pada saat penagihan dari penjual tidak terjadi selisih harga
  4. Mengingatkan penjual untuk menyediakan barang sesuai pesanan dan waktu yang di butuhkan
  5. Membantu melacak pesanan yang masuk sehingga mempermudah proses inventaris dan pengiriman
  6. Sebagai dokumen hukum dan membantu menghindari perselisihan di masa mendatang terkait transaksi
  7. Membantu bagian keuangan dalam menyusun anggaran agar lebih siap dalam hal pembayaran tagihan saat jatuh tempo
  8. Membuktikan kepada auditor, bank (kreditur) dan agen perpajakan bahwa perusahaan Anda memproses transaksi bisnis dengan cara yang benar
BACA JUGA:  Fungsi Manajemen Keuangan Bagi Pebisnis Agar Untung Maksimal

Komponen Penting Dalam contoh Purchase Order

  1. Nama produk atau barang yang di pesan
  2. Kuantitas setiap produk atau barang yang di pesan
  3. Harga setiap unit produk atau barang yang di pesan
  4. Total harga sesuai dengan harga per unit dan kuantitas yang di pesan
  5. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  6. Nomor
  7. Tanggal transaksi dan tanggal jatuh tempo pembayaran
  8. Kolom otorisasi

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat contoh Purchase Order (PO)

Sebelum melakukan purchase order (PO), ada beberapa hal yang harus di perhatikan, seperti:

  • Sebagai pembeli, sebutkan identitas perusahaan Anda dengan jelas.
  • Cantumkan detail barang yang akan Anda pesan, seperti merek, nama barang, jumlah, dan informasi lainnya.
  • Nyatakan dengan jelas pabrikan atau pemasok yang Anda pilih.
  • Menyebutkan media sebagai tempat untuk mengiklankan produk yang di tawarkan (bila di anggap perlu)
  • Sebutkan bentuk dan jumlah pesanan secara detail, jika perlu buat daftar dalam tabel untuk memudahkan pencarian dan pelayanan.
  • Sebutkan metode pengiriman, waktu pengiriman, metode pembayaran, dan juga metode pengiriman yang Anda inginkan.
  • Sertakan nomor. Ini sangat penting untuk melakukan pencarian jika ada kesalahan atau masalah.

5 Tips Dalam Membuat Dokumen Pesanan Pembelian

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan tentang purchase order (PO), apa saja itu?

Pastikan Isi Dokumen Lengkap

Agar tidak salah dalam melakukan purchase order, terlebih dahulu Anda harus memastikan isi PO sudah lengkap.

Sehingga pihak supplier juga tidak salah dalam mengirimkan permintaan Anda.

Minimal memuat informasi tentang identitas pelanggan dan perusahaan, nama produk, jumlah barang, harga, cara pembayaran, cara pengiriman, syarat dan ketentuan lainnya, dan sebagainya.

Memilih Supplier

Salah satu kesalahan dalam purchase order biasanya berkaitan dengan supplier.

BACA JUGA:  Memahami Financial Distress

Tentu saja, bisnis Anda memiliki pemasok, bukan? Untuk memenuhi bahan baku atau apapun, sebuah bisnis pasti memiliki pemasok.

Wajar jika Anda juga memiliki banyak pemasok. Anda dapat memilih pemasok mana yang menguntungkan bisnis Anda.

Namun, terkadang pemasok juga dapat menghambat bisnis Anda.

Supplier yang nakal bisa saja mengurangi jumlah permintaan purchase order (PO) Anda, jika ya berarti proses produksi bisa terhambat.

Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan pemasok yang masuk ke bisnis Anda. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yang menawarkan kerjasama baik atau kriteria lainnya.

Jangan Menerima Harga Apa Adanya

Biasanya perusahaan menganggap harga pesanan di PO sudah fix, tidak bisa di tawar.

Padahal tidak demikian, jika Anda bekerja sama dengan pemasok tertentu, Anda bisa melakukan penawaran harga terlebih dahulu.

Yakinkan mereka bahwa bisnis Anda akan memesan ulang jika harganya cocok satu sama lain.

Dengan begitu, secara tidak langsung Anda juga mengurangi atau menghemat biaya sehingga keuntungan yang di peroleh meningkat.

Jangan Abaikan Nasihat Supplier

Pemasok adalah pihak yang paling memahami produk yang mereka jual.

Dengan banyak pengetahuan, mereka dapat memberi tahu Anda cara menggunakan produk mereka untuk hasil yang maksimal.

Karena itu, jangan abaikan saran pemasok. Apalagi sekarang persaingan bisnis semakin kompetitif, Anda perlu memiliki sikap terbuka.

Pesan Sesuai Tujuan

Departemen pembelian memiliki tugas menempatkan pesanan untuk persediaan. Mungkin sebagian orang menganggap tugas tersebut sebagai tugas yang mudah, namun sebenarnya tugas tersebut berat karena kebutuhan setiap departemen berbeda.

Untuk itu, sebelum mengirimkan pesanan pembelian, pastikan pesanan sesuai dengan tujuan. Jika tidak ingin mereview pesanan, di khawatirkan barang yang di beli tidak sesuai dengan perusahaan Anda.

BACA JUGA:  Pentingnya Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Anda

Jadi pastikan Anda juga mengetahui tujuan dari perusahaan tersebut sebelum benar-benar melakukan pemesanan.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top