April 4

0 comments

Input SPT Tahunan dengan BENAR! Hindari Kesalahan Berikut

HATI-HATI ketika melakukan input SPT Tahunan, karena salah sedikit bisa menyebabkan perusahaan Anda diperiksa.

Peningkatan partisipasi ini juga di dukung karena adanya kemudahan pengguna untuk melaporkan pajak terutangnya dan tidak membuang banyak waktu sehingga banyak wajib pajak memanfaatkan sistem e-filing untuk pelaporan setiap pajak terutangnya. 

Namun sayangnya tidak semua wajib pajak mengalami kemudahan serupa, tidak sedikit wajib pajak juga mengalami kesulitan dalam tahapan-tahapan dalam pengisian e-filingnya.

Ternyata banyak orang melakukan pengisian SPT namun masih terdapat kesalahan. Hal ini menyebabkan perusahaan tersebut di periksa oleh kantor pajak. Untuk mencegah hal tersebut, tonton video ini untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.

Kesalahan saat Input SPT pada E-Filing

E-Filing adalah cara penyampaian SPT (Surat Pemberitahuan Perpajakan) atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan yang di lakukan secara online dan real time. Melalui website e-filing pajak yang tersedia di DJP Online. Atau aplikasi yang di sediakan oleh pejabat PJAP (Permohonan Pajak Penyedia Jasa) di tunjuk oleh DJP.

Penerapan kebijakan sistem e-Filing perpajakan di Indonesia yang telah di terapkan sejak 1 April 2018 memang terbukti meningkatkan partisipasi wajib pajak dalam melaporkan utang pajaknya.

Peningkatan partisipasi ini juga di dukung dengan kemudahan pengguna untuk melaporkan pajak yang terutang dan tidak membuang banyak waktu sehingga banyak wajib pajak yang menggunakan sistem e-filing untuk melaporkan setiap pajak yang terutang.

Namun sayangnya tidak semua Wajib Pajak mengalami kemudahan yang sama, tidak sedikit Wajib Pajak juga mengalami kesulitan dalam tahapan pengisian e-filingnya.

Beberapa dari mereka adalah wajib pajak lama yang merasakan kesulitan ini. Karena wajib pajak sudah terbiasa dengan sistem yang lama. Yakni dengan mengumpulkan dokumen-dokumen terkait pelaporan pajak ke kantor pelayanan pajak. Namun dengan di terapkannya kebijakan baru ini yaitu sistem e-filing. Semua wajib pajak di wajibkan untuk melaporkan utang pajaknya melalui sistem e-filing karena tidak bisa lagi menggunakan sistem manual yang lama.

Pelaporan utang pajak yang wajib di lakukan oleh Wajib Pajak antara lain SPT Berkala PPh 21 atau PPh 26, SPT Berkala PPN atau PPnBM, serta SPT Tahunan Badan Pengusahaan Kena Pajak yang pada pokoknya menerbitkan faktur.

Nah terkait dengan permasalahan yang sering terjadi dalam pengisian aplikasi sistem e-filing ini. Setidaknya ada beberapa permasalahan yang sering terjadi yaitu :

Salah dalam Menggunakan Jenis Formulir

Dalam pengisian e-filing terdapat 2 jenis formulir dalam SPT yaitu formulir 1770S dan 1770SS. Di mana formulir 1770S di gunakan untuk Wajib Pajak yang berpenghasilan kurang dari Rp. 60 juta per tahun dan formulir 1770SS di gunakan untuk wajib pajak yang berpenghasilan lebih dari Rp. 60 juta per tahun. Dengan mengisi formulir yang salah sehingga pada beberapa kesalahan angka perhitungan pajak yang bersangkutan tidak keluar.

Kesalahan Mengisi NPWP

Dalam pengisian e-filling juga terdapat kolom yang harus di isi oleh wajib pajak yaitu kolom NPWP yang harus di miliki oleh seluruh wajib pajak. Dan bukan NPWP perusahaan tempat wajib pajak bekerja.

Penghasilan Tambahan yang Tidak Terlapor

Penghasilan tambahan yang di peroleh Wajib Pajak dari luar pekerjaan pokok wajib di laporkan dalam SPT karena jika tidak di laporkan. Terdapat risiko kurang bayar dalam pengisian SPT. Pada dasarnya, meskipun wajib pajak tidak melaporkan penghasilan tambahan. Ia akan di kenakan denda hingga 2%.

Menggunakan Email Kantor dalam Pendaftaran EFIN

Umumnya pendaftaran efin menggunakan email pribadi muncul. Karena kurangnya antisipasi jika suatu saat harus mengundurkan diri dari kantor atau pindah ke perusahaan lain. Sehingga tidak perlu lagi mengurus efin.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Anda

5 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Anda

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SPECIAL WORKSHOP

4 Strategi Audit Internal Untuk Mencegah Kecurangan Pada Bisnis Anda

Hari
Jam
Menit
Detik