Juli 6

0 comments

Hitung Break Even Point (BEP) Agar Tahu Kapan Bisnis Untung

Cara menghitung atau mencari Break Even Point (BEP) baik dalam satuan atau nilai Rupiah dalam bisnis, rumus apa yang digunakan.

Sebagai seorang pebisnis, tentunya Anda sering mengambil keputusan terkait pengembangan pemasaran.

Untuk menghitung berapa tahun perusahaan dapat menghasilkan keuntungan atau untuk menentukan kapan bisnis Anda akan mengalami laba atas investasi.

Oleh karena itu Anda harus memahami cara menghitung Break Even Point (BEP) dan menganalisanya.

Break Even Point atau nama lain dari analisis titik impas didefinisikan sebagai suatu kondisi atau titik dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian.

Besarnya laba dan biaya suatu perusahaan berada pada posisi yang sama atau seimbang, sehingga dalam prosesnya tidak ada laba atau rugi.

Pengertian Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP) adalah titik pendapatan sama dengan modal ditempatkan, tidak ada kerugian atau keuntungan.

Total untung dan rugi berada pada posisi 0 (nol).

Hal ini dapat terjadi jika perusahaan dalam operasionalnya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutupi biaya tetap dan biaya variabel.

Jika penjualan hanya cukup untuk menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan mengalami kerugian.

Sebaliknya jika penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan, maka perusahaan akan memperoleh laba.

Break Even Point (BEP) sangat penting bagi sebuah perusahaan karena dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan, seperti apakah Anda perlu menaikkan harga produk atau mengurangi biaya operasional.

Selain itu, informasi ini juga sering digunakan oleh pemegang saham.

Perhitungan saham dengan menggunakan metode Break Even Point (BEP) ketika seseorang melakukan jual beli saham dapat menganalisa kapan waktu yang tepat untuk membeli (call) dan kapan harus menjual (put).

Konsep impas

Perhitungan atau penutupan BEP tergantung pada konsep yang digunakan atau asumsi yang digunakan di dalamnya.

Menurut Susan Irawati dalam bukunya “Manajemen Keuangan”, ada beberapa asumsi dasar yang digunakan dalam menghitung Break Even Point (BEP) sebagai berikut:

  1. Biaya yang dikeluarkan dalam suatu perusahaan harus diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
  2. Biaya variabel yang totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume, sedangkan biaya tetap tidak berubah total.
  3. Besarnya biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan kegiatan, sedangkan biaya tetap per unit akan berubah.
  4. Harga jual per unit adalah konstan selama periode yang dianalisis.
  5. Jumlah produk yang dihasilkan dianggap selalu sold out.
  6. Perusahaan menjual dan memproduksi satu jenis produk, jika perusahaan membuat atau menjual lebih dari satu jenis produk maka “saldo hasil penjualan” untuk setiap produk adalah tetap.
BACA JUGA:  Apa Itu Job Costing? Manfaat dan 7 Langkah Dalam Perhitungan Job Costing

Selain itu, ada juga istilah yang disebut Break Even Analysis yang menjadi dasar dari semua metode impas.

Fungsi dari Break Even Analysis adalah untuk mengetahui volume penjualan mana yang akan menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Manfaat menghitung Break Even Analysis adalah:

  1. Memberikan informasi jumlah investasi yang dipesan untuk mulai dibelanjakan.
  2. Memberikan margin sebagai ukuran pembatas agar tidak mengalami kerugian
  3. Banyak digunakan, baik dalam analisis perdagangan saham maupun analisis anggaran berbagai proyek yang dilakukan oleh perusahaan.

Komponen dalam Perhitungan Break Even Point (BEP)

Sebelum Anda menghitung nilai Break Even Point (BEP), baik dalam satuan produksi maupun Rupiah, Anda harus terlebih dahulu memahami komponen-komponen penting di dalamnya:

  1. Biaya tetap, apakah perusahaan berproduksi atau tidak berproduksi.
  2. Biaya Variabel Komponen ini bersifat dinamis dan tergantung pada tingkat volume produksi. Jika produksi meningkat, maka biaya variabel juga akan meningkat.
  3. Harga Jual (Selling Price), harga jual per unit barang atau jasa yang telah di produksi.
  4. Pendapatan (Revenue), adalah jumlah pendapatan yang di terima oleh penjual barang.
  5. Laba (Profit), adalah sisa pendapatan setelah di kurangi biaya tetap dan biaya variabel.
Hitung Break Even Point (BEP) Agar Tahu Kapan Bisnis Untung

Metode Perhitungan dan Rumus Cara Menghitung Break Even Point (BEP)

Dalam dunia akuntansi, Break Even Point (BEP) sering di gunakan untuk mencari persamaan di mana biaya yang di keluarkan untuk produksi barang sesuai dengan pendapatan yang di peroleh dalam satu periode.

Ada beberapa rumus yang biasa di gunakan sebagai cara menghitung Break Even Analysis (BEP), yaitu sebagai berikut:

BEP = Biaya Tetap: (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)

Selisih antara harga jual yang di kurangi per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus untuk margin kontribusi.

Metode ini dapat di gunakan untuk menentukan titik di mana beban sama dengan jumlah dan jumlah unit yang di keluarkan.

BEP = Biaya tetap : Margin kontribusi per unit

BEP tidak hanya bisa di hitung dalam satuan, jika sudah tahu berapa jumlah minimal unit yang harus di jual untuk menutupi biaya produksi, bisa di kalikan dengan biaya per unit.

BACA JUGA:  Tips Mengelola Keuangan pada Bisnis Coffee Shop Anti Rugi

Jika di inginkan dalam Rupiah, maka rumus titik impas dalam satuan di kalikan dengan harga, sehingga:

BEP dalam mata uang = harga jual per unit x BEP per unit

Setelah mengetahui cara menghitung Break Even Point (BEP) untuk suatu bisnis, Anda juga perlu mengetahui tentang margin kontribusi.

Contribution margin dapat mengetahui seberapa besar keuntungan suatu produk telah berhasil terjual, dengan mengukur pengaruh penjualan terhadap keuntungan.

Rumus untuk menghitungnya adalah:

Margin Kontribusi : Total penjualan – Biaya variabel

Dalam margin kontribusi, hal penting yang harus di perhatikan adalah biaya variabel yang di bebankan, baik yang berkaitan dengan total biaya maupun terhadap total penjualan atau penjualan suatu perusahaan.

Dengan menggunakan margin, perusahaan dapat memisahkan biaya tetapnya dari laba.

Dengan begitu perusahaan mengetahui interval harga produk yang akan di jual.

Cara Menghitung Break Even Point (BEP) dengan Contoh Soal

Berikut ini adalah contoh dan rumus untuk menghitung atau mencari Break Even Point (BEP) dengan menggunakan studi kasus dari pelaku usaha UMKM:

Contoh 1:

Sebuah perusahaan bernama “Usaha Gemilang” memiliki data biaya dan rencana produksi sebagai berikut:

Biaya Tetap Bulanan Rp 140 juta terdiri dari:

1. Biaya Gaji Karyawan + Pemilik : Rp 75.000.000
2. Biaya Penyusutan Mobil : Rp 1.500.000
3. Biaya Asuransi Kesehatan : Rp 15.000.000
4. Biaya Sewa Gedung Perkantoran : Rp 18.500.000
5. Biaya Sewa Pabrik : Rp 30.000.000

Biaya Variabel per Unit Rp75.000,00 terdiri dari:

1. Biaya Bahan Baku : Rp 35.000
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung : Rp 25.000
3. Biaya Lainnya : Rp.15.000
Harga Jual per Unit Rp95.000

Sekarang mari kita hitung berapa BEP usaha baik dalam satuan maupun dalam rupiah dengan menggunakan rumus

Contoh perhitungan BEP “Usaha Gemilang” adalah sebagai berikut:

BEP Satuan = Biaya Tetap : (harga/unit – biaya variabel/unit)

BEP Satuan = Rp140.000.000 : (Rp95.000 – Rp75.000)

= Rp140.000.000 : Rp20.000

= 7000

Jadi, dengan rumus ini, nilai BEP dari contoh di atas adalah 7.000 unit

BEP Rupiah = Biaya Tetap : (margin kontribusi/harga satuan/unit)

BEP Rupiah = Rp140.000.000 : (Rp20.000 Rp95.000)

= Rp140.000.000 : 0.2105

= Rp665.083.135

Jadi, dengan rumus perhitungan di atas, BEP dalam Rupiah dari contoh di atas adalah Rp. 665.083.135.

Nah itulah contoh rumus perhitungan Break Even Point (BEP) dalam nilai Rupiah dan Satuan.

BACA JUGA:  Ada 15 Jenis Bidang Bidang Akuntansi! Ada Yang Mana?

Dapat di katakan untuk mencapai titik impas dengan harga jual Rp. 95.000, perusahaan harus mampu menjual sebanyak 7.000 unit.

Jika jumlah penjualan tidak mencapai 7.000 unit, maka tidak akan menutupi biaya produksi yang telah di keluarkan.

Dengan mengetahui kapan suatu perusahaan melewati level BEP, Anda juga akan dapat menghitung berapa penjualan minimum untuk mendapatkan keuntungan yang Anda targetkan.

Sebagai manajer atau pemilik bisnis, Anda dapat menambahkan laba yang di targetkan itu ke biaya tetap Anda.

Misalnya, target keuntungan bulanan adalah Rp. 60 juta, maka minimal penjualan yang harus di capai adalah sebagai berikut:

Laba BEP = (biaya tetap + laba target) : (harga/unit-biaya variabel/unit)

= (140.000.000 + 60.000.000) : (95.000 – 75.000)

= 200.000.000 : 20.000

Jadi 10.000 unit

Contoh 2

Misalnya, ada seorang manajer akuntan di perusahaan ABC yang bertanggung jawab atas operasi produksi dan persediaan. Ia ingin mengetahui jumlah penjualan yang di butuhkan untuk menutupi biaya operasional sebesar Rp. 50.000.000,- dan ingin tahu keuntungan Rp. 20.000.000.

Uraian biaya yang di keluarkan untuk operasional adalah sebagai berikut:

Total biaya tetap: 50.000.000

Biaya variabel per unit: 30.000

Harga jual per unit: 50.000

Keuntungan yang di inginkan: 20.000.000

Berikut cara menghitung atau mencari nilai satuan Break Even Point (BEP) untuk contoh soal ini:

BEP = Total biaya tetap : margin kontribusi

= 50.000.000 : (50.000 – 30.000)

= 50.000.000 : 20.000

Jadi 2.500 Unit

Artinya perusahaan harus menjual 2.500 unit agar tidak rugi, tidak untung.

Poin penting berikutnya bagi manajer yang mengawasi produksi adalah menghitung dalam rupiah atau mata uang lainnya.

Masalahnya, semua biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel, harus dalam mata uang Rupiah.

BEP dalam Rupiah = Harga Jual per unit x BEP unit

= 50.000 x 2.500 unit

= Rp.125.000.000

Poin penting berikutnya dalam menghitung Break Even Point (BEP) adalah bagaimana menerapkannya untuk menghasilkan nilai unit atau keuntungan yang di inginkan.

N unit yang di butuhkan = (Keuntungan yang di inginkan : Contribution margin) + BEP unit

= (20.000.000 : 20.000) + 2.500

= 1.000 +2.500

Jadi 3500 unit

Dengan menggunakan metode korelasi BEP dan analisis titik impas, manajer produksi ABC dapat mengetahui berapa unit yang harus di jual agar ABC mendapatkan keuntungan yang di inginkan.

Dalam contoh ini, Perusahaan ABC harus menjual 3.500 unit untuk mendapat untung $20.000.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top