Juni 9

0 comments

Fungsi Jurnal Penutup Untuk Laporan Keuangan Bisnis Anda

Sebagai seorang pelaku bisnis, apakah Anda telah melakukan pembukuan dan akuntansi yang benar? Jika Anda merasa masih ada yang kurang, mungkin ada instrumen penting yang belum Anda buat. Misalnya tentang Jurnal Penutup untuk laporan keuangan bisnis yang disayangkan masih belum maksimal, dan masih banyak yang menganggapnya tidak penting. Bahkan beberapa pebisnis enggan untuk mempelajari instrumen akuntansi ini.

Entah karena ketidaktahuan atau merasa enggak peduli dengan instrumen satu ini. Memang, jurnal penutup merupakan bagian penting dari sebuah bisnis, terutama dalam hal akuntansi dan pencatatan. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba untuk membantu Anda, dalam mengetahui fungsi dari jurnal penutup dan cara membuatnya untuk laporan keuangan bisnis.

Jika Anda seorang pengusaha atau seseorang yang terlibat langsung dalam pembukuan dan akuntansi suatu bisnis, Anda harus mengetahui apa itu jurnal penutup. jurnal penutup adalah entri yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mengatur ulang semua akun sementara menjadi nol (0) dan memindahkan saldo ke akun yang permanen.

Mengenal Jurnal Penutup

Anda mungkin pernah mendengar istilah jurnal penutup. Dengan kata lain, akun di tutup sementara atau di reset pada akhir tahun. Ini sering disebut sebagai kegiatan operasi penutupan buku.

Akun sementara adalah akun pelaporan laba rugi yang digunakan untuk melacak aktivitas akuntansi selama periode tertentu. Misalnya, akun pendapatan atau revenue yang berisi catatan jumlah pendapatan yang di hasilkan selama periode akuntansi, bukan selama umur bisnis perusahaan.

Akun pendapatan tahun ini tidak akan menunjukkan angka pendapatan penjualan tahun sebelumnya. Akun tetap atau permanen adalah akun di neraca yang melacak aktivitas yang berlangsung lebih lama dari periode akuntansi.

Misalnya, akun aset mobil perusahaan yang di kenal sebagai akun aset tetap yang tercatat pada saldo. Kendaraan akan memberikan manfaat bagi bisnis selama bertahun-tahun yang akan datang, sehingga di anggap sebagai akun tetap atau permanen.

BACA JUGA:  TEKNIK CASH OPNAME YANG TEPAT UNTUK MENCEGAH FRAUD

Pada akhir tahun, semua akun sementara harus di tutup atau di atur ulang, jadi awal tahun depan harus memiliki saldo bersih untuk memulai neraca. Dengan kata lain, saldo akun pemasukan, pengeluaran, dan penarikan akan menjadi nol pada awal tahun karena selalu di tutup pada akhir tahun sebelumnya.

Apa itu Jurnal Penutup

Pada dasarnya, jurnal penutup adalah entri yang di buat pada akhir periode akuntansi perusahaan. Umumnya pembuatan jurnal ini di dukung oleh aplikasi akuntansi online. Instrumen ini mempunyai peran penting dalam menyesuaikan berbagai akun untuk mengatur ulang akun ke nol tanpa mempengaruhi transaksi selama periode tersebut.

Proses perubahan ini sering disebut sebagai entri penutup yang biasanya memiliki beberapa komponen dari akun nominal dan akun pembantu. Akun nominal mengacu pada pendapatan dan pengeluaran bisnis, sedangkan sub-akun atau akun pembantu berhubungan dengan penarikan serta keuntungan/kerugian.

Akun akuntansi tersebut, harus di tutup dan di atur ulang ke nol agar tidak bingung dengan periode akuntansi berikutnya. Yang akan di ubah adalah akun sementara yang menunjukan saldo periode akuntansi dan di pindahkan ke akun permanen di neraca perusahaan yang ada.

Akun sementara itu sendiri di arahkan untuk mengakumulasi transaksi untuk suatu periode akuntansi sebelum di masukkan ke dalam buku besar.

Fungsi Jurnal Penutup Untuk Laporan Keuangan

Fungsi Jurnal Penutupan Laporan Keuangan Untuk tujuan akun nominal, tidak di masukkan dan di campur dalam perhitungan periode berikutnya. Jurnal Penutup ini memiliki fungsi yang berbeda seperti yang di tunjukkan di bawah ini:

1.      Menutup Saldo Sementara pada Akhir Periode

Fungsi pertama jurnal penutup adalah untuk menjaga agar saldo awal periode baru tidak tercampur dengan angka saldo periode sebelumnya, di buatlah jurnal penutup. Saldo akun modal menunjukkan saldo akhir untuk periode tersebut, sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan dalam neraca. Dengan menutup saldo pada semua prakiraan atau prediksi sementara, Anda harus membuat taksiran ulang ini menjadi nol (0).

BACA JUGA:  Cara Tepat Mengukur Kinerja Perusahaan

2.     Menutup buku lebih mudah di akhir periode

Jurnal penutup akan membantu Anda menutup pembukuan, dengan memisahkan pemasukan dan pengeluaran untuk periode tersebut. Selain itu, setelah menutup pembukuan, di mungkinkan untuk menetapkan kembali neraca pada awal periode.

3.     Lebih Memudahkan Pengecekan

Memeriksa setiap item saldo akun dapat dengan mudah di periksa dengan memisahkan transaksi periode saat ini dan yang akan datang, terutama jika Anda menggunakan aplikasi akuntansi untuk Android dan iOS untuk memeriksa bisa dilakukan dari mana saja. Hal ini karena pada dasarnya antara biaya pengeluaran dan tujuan penutupan harus seimbang.

4.     Informasi yang lebih realistis

Penyajian informasi merupakan posisi keuangan yang sebenarnya dan lebih realistis, akun yang sebenarnya meliputi aset harta, aktiva, kewajiban dan ekuitas pemegang saham perusahaan. Komponen Jurnal Penutup untuk membuat Jurnal Penutup perlu melengkapi beberapa komponen, berikut beberapa di antaranya:

5.     Akun pendapatan

Untuk komponen ini biasanya berisi hasil atau pendapatan yang di peroleh perusahaan, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar untuk hasil keseluruhan. Ada dua jenis pendapatan, pendapatan langsung dan pendapatan di luar bisnis.

6.     Akun Beban

Komponen selanjutnya merupakan akun dana yang di keluarkan oleh perusahaan selama periode berjalan. Beban juga memiliki dua jenis akun sebagai beban operasional langsung dan beban lain yang terkait dengan kegiatan bisnis.

7.     Akun laba/rugi

Yang perlu di tutup pada akhir periode adalah semua akun laba/rugi yang di gabungkan dengan mentransfer saldo ke akun modal. Dua kondisi dapat muncul, yaitu lebih banyak pendapatan  atau laba dan lebih sedikit pendapatan daripada beban atau kerugian.

8.     Akun Penarikan /Withdraw

Berisi tentang withdraw atau penarikan dana oleh pemiliknya (biasanya terjadi pada usaha kecil). Jika Anda sudah memahami komponen-komponen akun tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan cara membuat jurnal penutup:

BACA JUGA:  3 Strategi Mengelola Keuangan Prusahaan Dengan Baik

Langkah pertama adalah menutup semua akun pendapatan yang di pindahkan ke Ringkasan Penghasilan (Income Summary). Ringkasan pendapatan bersifat sementara dan akan di tutup untuk modal.

Langkah selanjutnya adalah menutup semua akun pengeluaran, yang kemudian di pindahkan  ke Ringkasan Penghasilan. Untuk menutup akun pengeluaran, cukup kredit akun pengeluaran dan debet ringkasan pendapatan.

Langkah ketiga  menutup laporan ringkasan pendapatan pada akun modal, antara debit dan kredit harus seimbang.

Dan langkah terakhir adalah menarik/menutup akun modal pribadi, langkah ini hanya berlaku untuk kemitraan dan kepemilikan bisnis skala kecil. Langkah ini juga mencakup penarikan dari akun pemilik dalam periode yang di hitung.

Cara Membuat dan Contoh Jurnal Penutup

Berikut contoh akun dalam laporan keuangan bisnis perusahaan

jurnal penutup

Untuk mempersiapkan penyusunan jurnal penutup, kita perlu mengikuti langkah-langkah berikut.

  1. Tutup semua akun pendapatan dan lanjutkan memindah ke ringkasan pendapatan
jurnal penutup
  1. Tutup semua akun pengeluaran perusahaan dan pindahkan saldonya ke ringkasan pendapatan.
jurnal penutup
  1. Menutup ringkasan pendapatan pada nomor 2 dan pindahkan ke bagian ekuitas modal pemilik.

Ringkasan pendapatan di kurangkan dari pendapatan jasa, menjadi:

Rp. 12.500.000 – Rp. 11.500.000 = Rp. 1.000.000

  1. Tutup akun prive pemilik dan pindahkan ke akun modal.

Seperti yang di ketahui semua, membuat jurnal termasuk menyiapkan untuk membuat akun sementara untuk akuntansi periode selanjutnya.

Setelah penutupan, nilai akun pendapatan jasa layanan, akun pengeluaran dan akun milik pribadi akan kembali ke nol. Kemudian saldo yang dipindahkan ke akun modal pemilik menjadi Rp10.000.000 + Rp1.000.000 – Rp3.500.000 = Rp7.500.000 Jurnal penutup adalah jurnal buku akuntansi yang ada pada akhir periode dan digunakan untuk menyesuaikan akun-akun yang ada menjadi nol dan tidak akan mempengaruhi transaksi periode berikutnya.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Perusahaan Anda

Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Perusahaan Anda

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top