Juni 15

0 comments

Efisiensi Bahan Baku Saat Menghadapi Masa Krisis (Covid-19)

Pada kondisi saat ini, pembelian bahan baku menjadi suatu “momok” yang harus dipikirkan untuk Anda yang bergerak di bidang manufaktur ataupun distribusi. “Apakah harus membeli atau menyetop pembelian dengan tujuan efisiensi bahan baku?“.

Pertanyaan diatas tentunya harus kita kembalikan ke kondisi usaha saat ini. Apakah usaha kita sedang fase Down Trend dan Up Trend?? Yang dimaksud dengan Down Trend adalah penjualan produk sedang mengalami penuruan karena tren pasar terhadap produk Anda sedang menurun. Sedangkan Up Trend adalah kebalikannya, yaitu meningkatnya jumlah permintaan pasar terhadap produk Anda. Coba perhatikan, masuk di fase manakah usaha Anda saat ini??

Bisnis yang mengalami Up Trend sehingga tidak perlu efisiensi bahan baku

Pandemi Covid-19 ini menyebabkan krisis pada banyak usaha, produk-produk yang mungkin dapat mengalami Up Trend adalah produk yang berkaitan dengan kesehatan. Permasalahan kesehatan sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari saat pandemi, sehingga kebutuhan akan produk kesehatan bisa meningkat

Pada masa awal pandemi Covid-19 lalu sempat terjadi krisis masker. Terjadi penimbunan masker karena terjadi kelangkaan barang dan membuat banyak usaha yang banting setir untuk memproduksi serta memasarkan masker. Selain masker, produk sejenis hand sanitizer, alkohol, atau desinfektan juga mengalami penjualan yang fantastis. Bisa dibilang penjualan barang-barang tersebut gila-gilaan banyaknya karena banyak orang yang membutuhkan produk tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya di bidang industri, peningkatan penjualan juga berdampak di bidang jasa sekalipun, yaitu jasa angkut. Dimana banyak sekali dibutuhkan pengiriman obat-obatan, makanan, dan lainnya. Jasa angkut atau logistik menjadi satu-satunya media untuk menghubungkan antar kota ketika PSBB diberlakukan, terutama instansi-instansi kesehatan atau rumah sakit ketika membutuhkan bantuan perlengkapan kesehatan (APD).

Di bisnis makanan, ada beberapa usaha yang mengalami Down Trend namun tak sedikit yang mengalami Up Trend. Kita tahu beberapa restaurant mengalami slowing down karena selama PSBB dilarang untuk dine in atau makan di tempat. Tetapi coba kita soroti usaha makanan di bidang frozen food yang mengalami Up Trend. Saat PSBB kebanyakan orang tinggal dirumah karena WFH atau bekerja di rumah. Kondisi ini membuat mereka lebih memilih untuk mengonsumsi makan-makanan frozen food yang praktis.

Bagimana jika bisnis sedang mengalami Down Trend?

Apabila bisnis yang sedang dijalankan saat ini dalam fase Up Trend, maka secara otomatis butuh persediaan bahan baku yang cukup. Jadi perlu pembelian bahan baku menjadi kewajiban untuk memenuhi stok order yang masuk

Namun sebaliknya bagaimana jika produk yang yang kita jual mengalami Down Trend?

Bagi Anda yang mengalami kondisi ini, sebelum melakukan pembelian bahan baku, pastikan Anda sudah menghitung berapa persen persediaan optimal yang harus dimiliki perusahaan. Hitunglah terlebih dahulu perkiraan penjualan rata-rata tiap bulan untuk melihat kemungkinan kemampuan jumlah produk yang dicapai ketika dijual.

Misalkan bulan kemarin kita mampu menjual 100 produk dan diperkirakan bulan ini akan naik sekitar 150%, maka kita perkirakan penjualan yang akan datang kurang lebih mencapai 150 produk. Setelah mengetahui perkiraan penjualan bulanan, kalikan waktu pesan. Waktu pesan sendiri berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kita melakukan order bahan baku sampai datang ke kita.

Apabila waktu pesannya selama 2 minggu, maka cara perhitungannya : 150 x (14 hari/30 hari), dan dari perhitungan ini kita dapat mengetahui kira-kira berapa banyak barang yang diperlukan usaha. Oh ya jangan lupa untuk dikalikan juga dengan toleransi yang diperlukan untuk situasi tertentu yang ada. Sebagai contoh misalnya di bulan depan ada momen Hari Raya Idul Fitri, maka kita dapat menetapkan asumsi penjualan produk kita pada momen tersebut bisa naik atau turun berapa persen. Nah itulah cara untuk menghitung persediaan stok optimal yang harus dimiliki.

Berapa cash dan lama penjualan untuk bertahan?

Selain menghitung stok optimal, ketika mengalami Down Trend juga perlu menghitung jumlah Cash on Hand. Saat krisis seperti ini sangat penting untuk usaha anda mempersiapkan cash on hand sebanyak mungkin. Ketika dollar naik maka secara otomatis akan mengangkat biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku. Harga bahan baku bisa naik di atas harga normal, hal ini akan berdampak pada efisiensi bahan baku yang Anda lakukan.

Belum lagi ketika melakukan pembelian barang tersebut, “Berapa lama waktu untuk menjual barang tersebut hingga habis?”. Semisal biasanya 100 pcs dapat dijual habis dalam tempo waktu 1 bulan, dengan kondisi sekarang dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk menjualnya. Bisa dibayangkan jika dalam pembelian barang dengan jumlah tersebut menggunakan hutang bank??

Mari kita melakukan perhitungan dengan asumsi hutang di bank dengan bunga 12% per tahun, maka bunga per bulannya sebesar 1%. Apabila menjual 100pcs tersebut dalam jangka waktu 4bln bisa dikatakan rugi sebesar 4% dari dikenakannya 1% per bulannya.

Pertanyaannya apakah produk tersebut memiliki profit yang lebih besar daripada itu? Apabila tidak memiliki profit sebesar itu otomatis Anda sedang mengalami kerugian. Perlu diingat kembali, bukan berarti membeli barang tidak boleh tapi perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah melakukan pembelian barang tersebut menambah keuntungan perusahaan atau malah merugikan perusahaan.

Nah dari sini sudah dipahami kan bagaimana kita membuat keputusan untuk menentukan apakah kita butuh untuk melakukan pembelian bahan baku atau menahannya?? Dengan mentukan hal-hal diatas, kita dapat melakukan efisiensi bahan baku dan menghemat pembelian di masa krisis seperti ini.

Untuk lebih jelas. silahkan Anda simak video kami berikut :


Tags

bahan baku, cash on hand, covid-19, pembelian bahan baku, pembelian stok, strategi mengatur keuangan, strategi pembelian


You may also like

Tanggal Setor & Lapor Pajak Anda Harus Tahu. Belum Tahu? BAHAYA!

Negosiasi Utang ke Bank atau Supplier dalam Strategi Keuangan

Leave a Repl​​​​​y

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube