Oktober 5

0 comments

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Seorang desainer atau perancang adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus untuk mendesain sesuatu.

Seseorang yang bekerja sebagai desainer juga akan kena pajak. Pajak desainer adalah pajak yang dipungut atas usaha desain yang berlangsung oleh seseorang yang berprofesi sebagai perancang.

Dan berdasarkan kebijakan yang mengatur perpajakan, seorang desainer juga termasuk dalam kategori salah satu ahli karena memiliki keahlian khusus dalam memberikan pelayanan kepada pihak lain yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja. Atau bisa bernama freelancer yang memberikan jasa profesional.

Tenaga ahli tersebut antara lain akuntan, dokter, pengacara, aktuaris, perancang, notaris, dan sebagainya.

Lalu, apa saja macam-maca profesi seorang desainer itu? Yuk simak pembahasan selanjutnya!

Macam-Macam Profesi Seorang Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Seseorang yang berprofesi sebagai perancang memiliki beberapa cabang keahlian khusus, yaitu:

1. Desainer produk

Profesi ini terkait dengan perancangan suatu produk yang memiliki nilai jual dengan mempertimbangkan ergonomi yang dapat membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya.

2. Desainer web

Seorang web designer bertugas merancang tata letak (user interface) yang akan pengunjung web lihat.

2. Perancang grafis

Profesi ini berkaitan dengan desain layout sehingga nantinya ide-ide dapat ada melalui tipografi, fotografi, dan juga ilustrasi.

3. Desainer Otomotif

Seorang desainer otomotif bertugas merancang produk untuk menghasilkan sebuah kendaraan.

4. Perancang busana

Profesi mendesain model baju, sepatu, celana, perhiasan, dan lain sebagainya.

5. Arsitektur

Seseorang yang berprofesi merancang dan menggambar bangunan dengan menggunakan unsur-unsur estetika dan juga mempertimbangkan kondisi sosial, iklim, dan keadaan sekitar bangunan yang akan terancang.

6. Interior desainer

Profesi mendesain dan menata ruangan dari sketsa.

Objek Penghasilan Seorang Desainer

Berikut ini adalah objek penghasilan dari seseorang yang berprofesi sebagai perancang, yaitu:

  • Penghasilan yang masuk dari pekerjaan, misalnya penghasilan yang masuk sebagai pegawai atau pegawai
  • Penghasilan dari pekerjaan bebas
  • Pendapatan dari royalti
  • Pendapatan yang masuk dari kegiatan usaha
  • Penghasilan yang masuk pajak final sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.23 (PP 23).
BACA JUGA:  Surat Tagihan Pajak: Tidak Perlu Bayar?

Aspek Pajak Seorang Desainer

Seorang desainer wajib melaporkan penghasilan yang masuk dalam jangka waktu satu tahun melalui Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT) orang pribadi. Aspek pajak yang kena bagi seorang perancang, yaitu:

Pajak Penghasilan (PPh)
  • Seorang desainer wajib mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak dan menerima Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai syarat administrasi untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
  • Seseorang yang berprofesi sebagai perancang yang berstatus pegawai suatu perusahaan, wajib memotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atas penghasilan yang masuk.
  • Penghasilan perancang atas Pajak Penghasilan (PPh) tahunan dapat terhitung berdasarkan perkalian tarif dan Penghasilan Kena Pajak (PKP). Berikut 4 lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP) sesuai kebijakan UU PPh:
    • PKP memperoleh hingga Rp. 50 juta akan kena tarif pajak penghasilan pribadi tahunan sebesar 5%
    • PKP yang masuk di atas Rp50 juta sampai dengan Rp250 juta akan kena tarif PPh orang pribadi tahunan sebesar 15%
    • Yang masuk pada PKP di atas Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta akan kena tarif PPh orang pribadi tahunan sebesar 25%
    • PKP yang masuk di atas Rp 500 juta akan dikenakan tarif pajak penghasilan orang pribadi tahunan sebesar 30%
  • Jika seseorang yang melakukan pekerjaan desain memperoleh penghasilan bruto dari kegiatannya lebih dari Rp 4,8 miliar dalam satu tahun pajak, maka untuk perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) ia dapat memilih untuk kena sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku bagi pelaku UMKM. sebagaimana ada dalam PP No. 23 Tahun 2018.
  • Sedangkan bagi Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha desain dengan penghasilan bruto paling banyak Rp. 4,8 miliar dalam satu tahun pajak, mereka dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Bersih (NPPN) dalam menghitung penghasilannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam PER 17/PJ/2015.
BACA JUGA:  Apa itu Kurs Pajak dan Fungsinya Bagi Transaksi di Bisnis Anda

Itulah pajak yang akan profesi desainer dapatkan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda!


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WEBINAR GRATISS...

3 Strategi Membuat SOP Untuk Pebisnis Pemula

Hari
Jam
Menit
Detik