November 9

0 comments

Costing Artinya Penentuan Biaya, Apakah Benar Begitu?

Costing artinya bagian penting yang harus dilakukan perusahaan. Hal ini karena biaya proses dapat menghitung dan mengevaluasi berapa banyak produk yang diproduksi dan biaya untuk memproduksinya.

Secara sederhana, costing adalah kalkulasi biaya. Namun, penting untuk dicatat bahwa faktor-faktor seperti jumlah total dan sisa produk dalam proses pada akhir periode juga dapat mempengaruhi biaya yang ditanggung oleh perusahaan selama produksi.

Yuk lihat selengkapnya di sini!

Definisi Costing

Pengertian process costing adalah cara untuk mengidentifikasi berbagai biaya spesifik yang terdapat dalam komponen biaya produksi dari setiap proses bahan baku menjadi produk jadi.

Nilai dana yang masuk memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan.

Misalnya, perusahaan manufaktur besar yang memproduksi persediaan secara massal menggunakan penetapan biaya berdasarkan aktivitas untuk menghitung jumlah total biaya langsung dan overhead yang terkait dengan produk yang sedang terproses dan terselesaikan pada akhir periode waktu tertentu.

Di sisi lain, definisi proses costing artinya biaya yang masuk ke setiap proses produk.

Biaya outsourcing, di sisi lain, adalah metode penetapan biaya di mana klien mengenakan biaya untuk pekerjaan atau subkontrak.

Macam-Macam Process Costing

Costing Artinya Penentuan Biaya, Apakah Benar Begitu?

Setidaknya ada tiga jenis proses costing yang dapat Anda pahami. Ketiga biaya proses tersebut adalah sebagai berikut:

1. Metode Rata-rata Tertimbang Perhitungan Biaya Proses

Biaya aktual dibagi dengan rata-rata tertimbang produk pada produksi selama satu tahun. Perhitungannya lebih sederhana daripada metode lain. Rata-rata tertimbang satuan adalah jumlah produk berdasarkan tarif serta kuantitas per unit produk.

2. Biaya Standar

Untuk harga pokok produk yang sebenarnya tidak terhitung, pilihan yang dapat terlaksana adalah mengikuti metode penetapan biaya standar. Biaya standar adalah biaya bahan baku menurut perkiraan manajemen. Setiap perbedaan yang ada pada biaya standar dan biaya aktual akan tercatat secara terpisah sesuai dengan akun-akun dalam pembukuan.

BACA JUGA:  8 Hal Penting Mengapa Pihak Independen Perlu Menilai Risiko Dan Kinerja Keuangan di Perusahaan Anda

3. First-In-First-Out

Metode FIFO atau First-In-First-Out akan lebih menitikberatkan pada pembebanan biaya ke setiap unit sesuai urutan produksi. Produk yang pertama terproduksi akan terkena biaya terlebih dahulu, kemudian akan menjadi produk pertama yang keluar.

Langkah-Langkah Process Costing

Setidaknya ada lima tahapan proses costing, yaitu:

1. Analisis Inventaris

Langkah pertama dalam menghitung biaya proses adalah menganalisis persediaan dan arus biaya persediaan. Perusahaan dapat menentukan harga pokok setiap proses produksi dengan menentukan jumlah persediaan pada awal periode, jumlah yang dapat terselesaikan dan jumlah persediaan yang tersisa pada periode akuntansi.

2. Konversi Biaya Inventaris

Langkah kedua dalam menghitung biaya proses adalah mengubah setiap persediaan barang dalam proses pada akhir periode akuntansi menjadi unit yang sama.

Misalnya, jika PT ABC membuat mousepad dan set 4200 pcs dalam proses pada akhir periode akuntansi, dan setiap mousepad selesai 50%. Oleh karena itu, PT ABC akan menganggap bahwa persediaan tersebut sama dengan 2.100 mousepad yang terproduksi.

3. Hitung Biaya yang Berlaku

Kemudian, setelah Anda selesai mengubah persediaan menjadi jumlah yang setara dalam unit yang terproduksi, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya total. Jumlah ini kemudian diterapkan antara persediaan jadi dan persediaan barang dalam proses.

Biaya produksi tidak langsung dan langsung ini meliputi biaya persediaan pada periode awal dan juga biaya yang telah masuk selama periode tersebut.

4. Hitung Biaya Per Unit

Setelah berhasil menghitung semua biaya yang terkait dengan costing proses untuk menghitung persediaan lengkap dan proses, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya per unit. Ini termasuk unit yang telah selesai dan setara dengan unit yang selesai pada akhir periode akuntansi berjalan.

BACA JUGA:  3 Strategi Mengelola Keuangan Prusahaan Dengan Baik

Sebagai contoh, PT ABC memproduksi mousepads. Perusahaan kemudian menyelesaikan 3000 manufaktur mousepad dan meninggalkan 2000 mousepads di 50% dari produk jadi. Dengan demikian, PT Abc akan membagi biaya menjadi 4000.

5. Tentukan Biaya untuk Produk Jadi dan Produk Setengah Jadi

Pada tahap terakhir ini, perusahaan harus dapat memisahkan biaya dengan mengalokasikan jumlah yang sesuai dengan jumlah produk yang telah selesai, serta ke persediaan yang masih dalam proses pada akhir periode akuntansi.

Kesimpulan

Demikian penjelasan kami mengenai process costing, lengkap dengan contoh dan cara menghitungnya. Biaya-biaya ini harus tercatat secara rinci selama proses produksi bisnis.

Untuk itu, jangan sampai tim keuangan Anda kewalahan untuk mencatat dan menghitungnya hanya karena masih menggunakan pembukuan berbasis kertas atau hanya menggunakan aplikasi Excel.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik