Juli 14

0 comments

Menyimpulkan Opini Audit Pada Audit Laporan Keuangan

Opini audit adalah pernyataan auditor mengenai kewajaran laporan keuangan entitas yang di audit. Kewajaran ini menyangkut materialitas, posisi keuangan, dan arus kas. Ini merupakan “penerjemahan” laporan keuangan yang di gunakan oleh pengguna dalam mengambil keputusan demi kelangsungan hidup perusahaan.

Maka, opini dapat bermanfaat bagi keberlangsungan perusahaan atau instansi pemerintah. Ini adalah pernyataan profesional sebagai kesimpulan auditor mengenai kewajaran informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan.

Dalam merumuskan pendapat, pemeriksa mengacu pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang menerapkan empat standar pelaporan SPAP yang di tetapkan IAPI, selain menambahkan enam standar tambahan.

audit laporan keuangan

Opini adalah pernyataan profesional sebagai kesimpulan auditor mengenai kewajaran informasi yang dis ajikan dalam LK berdasarkan:

  • Kepatuhan dengan standar akuntansi pemerintah,
  • kecukupan pengungkapan,
  • Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, dan
  • Efektivitas sistem pengendalian internal. Singkatnya, opini adalah informasi utama yang dapat di informasikan kepada pengguna informasi (users) tentang apa yang telah di lakukan auditor dan kesimpulan yang di peroleh.

Opini audit di berikan oleh auditor dengan melalui beberapa tahapan audit sehingga auditor dapat memberikan kesimpulan dari opini yang harus di berikan atas laporan keuangan yang telah di audit.

Jenis Opini Audit

Pendapat yang di berikan dari pernyataan manajemen dari klien atau agensi perusahaan yang di audit di klasifikasikan sebagai wajar tanpa pengecualian, memenuhi syarat, tidak menyatakan diri, dan tidak memenuhi syarat. Menurut Standar Profesi Akuntan (PSA 29), opini audit terdiri dari 5 jenis, yaitu:

  1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
  2. Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (Modified Unqualified Opinion)
  3. Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
  4. Tidak Wajar (Adverse Opinion)
  5. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of opinion)

Tahapan Opini Audit

Sebelum auditor memberikan pendapat (opini), auditor juga harus melakukan tahapan audit. Tahapan tersebut menurut Arens et al (2008:132) adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan dan juga sosialisasi pendekatan audit.
  2. Pengujian pengendalian serta transaksi.
  3. Melakukan prosedur analitis serta pengujian rincian saldo.
  4. Penyelesaian dan penerbitan laporan audit.

Untuk penjelasan mengenai Jenis-jenis dan tahapan dalam menyimpulkan opini audit, kami telah membuat sebuah video untuk Anda dapat mempelajarinya secara lengkap.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis untung, finance, harga, jurnal, kena pajak, keuangan, keuntungan, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, pajak, pajak bisnis online, pajak dokter, pajak hotel, pajak makelar, pajak penghasilan, pajak usaha, pemungutan pajak, PPh


You may also like

1300 Cabang di 9 Negara, Simak Rahasia Sukses Kebab Turki Baba Rafi

5 Tips Mengelola Keuangan Bisnis Pasca Pandemi COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube