Juni 30

0 comments

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera

Gaji pokok adalah suatu imbalan pokok yang diwajibkan oleh perusahaan kepada karyawan sesuai dengan tingkat dan jenis pekerjaan yang ditentukan dengan kesepakatan. Menurut UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, gaji pokok paling sedikit 75 persen dari upah pekerja, yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Upah di dasarkan pada struktur dan skala pengupahan yang di tentukan oleh perusahaan secara proporsional menurut kelompok jabatan – dari nominal terkecil untuk pegawai terendah hingga nominal terbesar untuk jabatan tertinggi.

Jika perusahaan Anda menjalankan bisnis yang sedang berkembang, Anda tentu perlu merekrut karyawan untuk posisi pekerjaan tertentu. Anda juga akan menawarkan upah sesuai dengan standar perusahaan Anda.

Ada banyak variabel yang dapat Anda sertakan dalam perhitungan yang menentukan gaji pokok Anda, seperti kualifikasi pekerjaan Anda—pendidikan, keterampilan, dan pengalaman karyawan—serta kemampuan perusahaan untuk membayar upah tersebut dalam jangka panjang.

3 Faktor Penting untuk Menentukan Gaji Pokok Karyawan

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera
Multi-ethnic team of FBI agents analyzing results of expert study while having working meeting at open plan office

Setidaknya ada tiga hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum menentukan gaji pokok karyawan:

1. Nilai Pekerjaan di Perusahaan

Anda dapat melihat pekerjaan serupa dengan kualifikasi pendidikan atau pengalaman serupa di sejumlah bursa. Setiap perusahaan mungkin menawarkan upah yang berbeda untuk jenis pekerjaan yang sama, tetapi Anda dapat menarik kisaran atau rata-rata.

Selain itu, yang perlu di perhatikan adalah faktor geografis yang terkait dengan lokasi pekerjaan, apakah itu metropolitan, kota besar, atau kota kecil. Jadi, lokasi perusahaan Anda juga mempengaruhi gaji pokok karyawan. Perusahaan yang berbasis di Jakarta umumnya menerapkan upah yang lebih tinggi di bandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Misalnya, Anda mencari full-stack developer dan menemukan gaji pokok rata-rata di pasaran adalah Rp 15 juta. Namun di Jakarta standar gajinya lebih tinggi yaitu Rp. 20 juta. Karena perusahaan Anda beroperasi di Jakarta, Anda dapat mempertimbangkan gaji pokok Rp 20 juta.

BACA JUGA:  Pentingnya "TEAM BUILDER" Untuk Pengembangan Bisnis

2. Kompatibilitas dengan Skala Upah

Perusahaan Anda memiliki skala upah yang di terapkan selama ini. Oleh karena itu, Anda dapat membandingkan rata-rata gaji pokok di pasar dengan sistem pengupahan standar di perusahaan.

Apakah terlalu besar dan tidak sesuai dengan rentang skala yang tersedia? Jika demikian, maka Anda tidak perlu memotret angka-angka tersebut. Hal ini karena upah yang terlalu besar di luar rentang skala upah akan memperburuk keuangan perusahaan, tetapi juga merusak proporsionalitas sehingga menyebabkan hubungan kerja yang tidak sehat antar karyawan.

Anda dapat menawarkan upah yang lebih rendah pada skala upah dengan mengurangi kualifikasi atau spesifikasi keterampilan yang menurut Anda tidak akan banyak berkontribusi pada pekerjaan itu. Atau Anda bisa melengkapi gaji pokok Anda dengan paket kompensasi menarik lainnya, seperti tunjangan, bonus, dan komisi.

3. Kontribusi untuk Perusahaan

Cara terbaik untuk menentukan gaji pokok adalah dengan menilai seberapa besar kontribusi posisi pekerjaan terhadap bisnis – Anda membayar untuk apa yang Anda peroleh. Jika pekerjaan benar-benar menentukan kinerja perusahaan secara keseluruhan, tentukan berapa kompensasi yang sesuai?

Anda juga dapat mengamati dan menilai kompetensi individu seorang karyawan melalui masa percobaan, sejauh mana ia menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Jika karyawan yang bersangkutan memiliki kinerja pribadi di atas rata-rata, dapat di andalkan, berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan, maka Anda dapat menegosiasikan kembali gaji pokoknya.

Setelah menentukan gaji pokok, Anda tinggal menerapkannya dan membayarnya sesuai nominal tepat waktu.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top