Juni 6

0 comments

Cara Membuat Prosedur Quality Control di Bisnis Manufaktur

Sebuah produk dapat di katakan merupakan suatu produk yang baik apabila produk tersebut dapat memenuhi espektasi dari pembeli. Maka dari itu standar perlu di tetapkan agar semua produk dapat di hasilkan sesuai dengan ketentuan yang sudah di tentukan sebelumnya. Umumnya perusahaan membuat sebuah divisi quality control yang bertugas untuk memperhatikan jalan proses produksi agar produk yang di hasilkan sesuai dengan apa yang di inginkan.

Quality control adalah sebuah prosedur yang pada bisnis manufaktur fungsinya adalah untuk memastikan bahwa produk yang di sediakan memenuhi ketentuan yang sudah di tetapkan sebelumnya dan produk dapat berfungsi sesuai dengan seharusnya.

Divisi ini di perlukan agar produk yang di keluarkan oleh perusahaan dapat mempertahankan kualitas sejak awal produksi atau mungkin meningkatkan kualitas dari produk dengan meningkatkan standar yang sudah ada sebelumnya.

Manfaat Quality Control

Pada industri manufaktur yang membuat produk seperti makanan ataupun barang siap pakai, terdapat banyak proses yang di perlukan hingga akhirnya produk dapat tercipta sesuai dengan keinginan konsumen.

Maka itu, bagi anda yang memiliki bisnis manufaktur, quality control sangat di perlukan karena memberikan banyak manfaat. Manfaat quality control ini sendiri dapat anda lihat di bawah ini.

1. Meningkatkan Efisiensi

Anda dapa meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan juga proses produksi. Tanpa adanya hal ini, maka apabila di temukan kesalahan atau cacat pada produk yang sudah jadi, anda harus memperbaiki kembali dari awal. Memperbaiki produk dari awal kembali tentunya memakan banyak waktu, tenaga, dan juga biaya di bandingkan apabila anda sudah mengeceknya sejak awal.

2. Produksi Lebih Konsisten

Dengan adanya standar, maka semua produk yang di produksi dari perusahaan anda akan sama sesuai dengan standar yang telah di tentukan pada awal produksi. Maka anda dapat menjaga kualitas dari produk anda yang akan di luncurkan dan di beli oleh pelanggan. Dengan adanya standar tersebut, maka akan lebih mudah juga untuk anda mengetahui apabila adanya kesalahan atau kecacatan dalam produksi.

BACA JUGA:  Prosedur Mengatasi Kerugian Bisnis Kue Kering Mudah Rusak

3. Menjaga Kepuasan Pelanggan

Karena produksi berjalan lebih konsisten karena adanya standar, maka kepuasan dari pelanggan anda juga akan terjaga. Ketika anda memproduksi sebuah produk, maka kesan pertama pemakaian dari produk anda merupakan standar yang sudah di tetapkan oleh pelanggan.

Apabila pelanggan merasa puas dengan produk anda, maka kepuasan dari pelanggan tersebut perlu di jaga sehingga pelanggan ingin kembali membeli produk yang kita produksi. Jangan sampai ada kesalahan produksi yang mempengaruhi pelanggan tidak ingin membeli produk Anda lagi.

4. Dapat mengembangkan bisnis

Manfaat terakhir dari quality control ini adalah meningkatkan kemungkinan bisnis untuk dapat terus berkembang. Karena proses produksi yang terjadi konsisten, efisien, dan pelanggan juga puas dengan produk Anda, maka pengembangan bisnis akan lebih mudah di lakukan. Anda dapat melakukan riset pada pelanggan yang menggunakan produk Anda dan meningkatkan standar proses produksi produk Anda.

Memilih PIC yang Tepat

Dalam sebuah divisi, tentunya peran dari PIC juga di perlukan. PIC atau Person In Charge merupakan seseorang yang memiliki posisi penting di perusahaan dan tidak semua orang dapat mendapatkan posisi tersebut.

PIC memiliki tanggung jawab khusus, begitu juga PIC pada divisi quality control ini, orang yang menempati posisi ini perlu bertanggung jawab atas proses produksi produk perusahaan. Untuk menentukan PIC yang tepat anda perlu memperhatikan syarat di bawah ini.

1. Memiliki Keahlian yang Tinggi

Seorang PIC tentunya perlu memiliki skill yang lebih baik di bandingkan dengan rekan kerjanya yang lain. Poin ini merupakan hal yang sangat penting untuk menentukan PIC yang tepat. PIC pada divisi quality control perlu mengerti standard dari produk perusahaan dan masalah terkait produk perusahaan.

BACA JUGA:  Strategi Franchise Janji Jiwa Menerapkan Standar Operasional Prosedur

2. Memiliki Skill Komunikasi dan Negoisasi yang Baik

Seorang PIC yang tepat juga perlu memiliki skill komunikasi yang baik sehingga mampu untuk mengkomunikasikan kinerja dari divisinya kepada semua pihak. Selain itu skill negoisasi yang baik juga di perlukan karena terkadang PIC perlu melakukan berbagai lobby kepada pihak lainnya.

Maka itu PIC juga perlu memiliki jaringan yang luas terlebih dengan pihak di luar perusahaan agar lebih mudah untuk melakukan negoisasi.

3. Mampu Melakukan Pekerjaan Diluar Pekerjaan Utama

Umumnya PIC merupakan pekerjaan sampingan di luar dari pekerjaan utama, maka itu seorang PIC perlu memiliki kemampuan untuk mengatur waktu sehingga dapat menyelesaikan tugasnya sebagai PIC namun tidak menomor duakan pekerjaan utamanya.

4. Dapat Mengambil Keputusan

Sebagai seorang penanggung jawab, seorang PIC perlu dapat bertindak cepat untuk menanggapi sebuah masalah dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

toko online

Prosedur Quality Control yang Tepat

Setelah memilih PIC yang tepat untuk divisi quality control, anda juga tentunya perlu memiliki prosedur yang tepat. Ketika divisi tersebut mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan prosedur yang tepat. Maka pekerjaan juga akan lebih efektif dan efisien untuk di kerjakan. Prosedur di bawah ini merupakan prosedur yang umumnya dapat anda gunakan juga.

1. Menentukan Standar Produk

Prosedur pertama yaitu dengan menentukan standar dari produk hingga dapat di luncurkan dan di kenalkan kepada pelanggan. Anda dapat memeriksa produk tersebut satu per satu, ataupun mengecek beberapa persen dari proses produksi dalam satu proses produksi.

Standar produk ini sangat penting untuk ditetapkan di awal proses produksi. Sehingga semua produk dapat mempertahankan kualitas produk seperti yang ada pada standar produk.

BACA JUGA:  Bisnis Model Canvas Untuk Mulai Membangun Sistem Bisnis

2. Menyelaraskan Visi dan Misi

Prosedur kedua dalam quality control adalah dengan menyamakan visi dan misi perusahaan dengan pekerja. Ketika manajemen perusahaan dan karyawan memiliki pandangan yang sama, yaitu kualitas produk perlu terus terjaga sesuai dengan standar produk yang telah di tentukan sebelumnya. Maka pekerjaan akan jauh lebih optimal.

Anda dapat menyelaraskan visi dan misi dari perusahaan dengan pekerja dengan melatih karyawan anda sesuai dengan standar yang sudah di tetapkan sebelumnya. Dengan karyawan yang sudah di latih dengan standar yang sama, maka hasil yang akan di hasilkan juga akan sama.

3. Memperbaiki Produk yang Tidak Sesuai

Anda perlu mengetahui ada berapa produk yang gagal dalam satu kali proses produksi. Setelah itu tim yang bertanggung jawab untuk produk tersebut dapat memperbaiki kesalahan yang tidak sesuai dengan standar produk.

Dengan adanya penerapan quality control di perusahaan ini. Persentase produk yang gagal dapat berkurang dan mengurangi kerugian yang terjadi akibat kegagalan produk.

4. Melakukan Evaluasi Kualitas Produk

Setelah proses produksi berjalan namun anda merasa pembeli tidak merasa puas atau produk yang anda produksi belum mencapai ekspektasi dari pembeli. Prosedur terakhir yang perlu anda jalani yaitu melakukan evaluasi.

Divisi quality control tersebut mungkin dapat mengumpulkan riset tentang apa yang kurang dari produk yang sudah di produksi sesuai standar yang di tetapkan sebelumnya. Atau apakah ada yang dapat di perbaiki dari standar produk sebelumnya.

Dan melalui data riset tersebut, tim dapat membuat kembali standar yang baru. Sehingga produk anda dapat lebih di terima dan mencapai espektasi dari pembeli.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top