Agustus 9

0 comments

Cara Membuat Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan atau disebut juga Good Corporate Governance (GCG) dibangun dengan tujuan untuk menciptakan kepercayaan dari pemegang saham atau pemangku kepentingan dalam suatu perusahaan. Sesuai dengan namanya, prinsip ini diambil dari tata pemerintahan yang baik, bersih, dan transparan.

Maksud dari prinsip ini adalah aturan hukum yang mengikat, tetapi etika dalam berbisnis dengan baik. Dengan memiliki prinsip GCG ini diharapkan dapat mendorong persaingan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif. Ini juga mendukung pertumbuhan dan ekonomi.

Terdapat 3 pilar utama dalam prinsip GCG, yaitu negara sebagai penegak hukum dan pembuat peraturan perundang-undangan, dunia usaha yang berperan sebagai pelaku pasar yang menerapkan GCG, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari 5, yang di jelaskan sebagai berikut.

Cara Membuat Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Transparansi

Perusahaan harus transparan dalam memberikan informasi yang relevan sehingga para pemangku kepentingan dapat mengakses dan memahaminya dengan mudah. Pedomannya adalah sebagai berikut.

  1. Informasi harus di sajikan secara tepat waktu, akurat, jelas, memadai, dapat di akses, dan dapat di perbandingkan oleh pemangku kepentingan.
  2. Para pemangku kepentingan berhak mengetahui informasi perusahaan seperti visi dan misi, strategi perusahaan, kondisi keuangan, kepemilikan saham, sistem manajemen risiko, sistem penerapan GCG, sistem pemantauan, dan pengendalian internal, termasuk kejadian-kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan.
  3. Namun, di harapkan prinsip transparansi tidak mengurangi kewajiban untuk mematuhi ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hak pribadi dan kerahasiaan pekerjaan.
  4. Kebijakan perusahaan harus di komunikasikan secara proporsional kepada pemangku kepentingan dalam bentuk tertulis.

Akuntabilitas

Prinsip corporate governance selanjutnya adalah akuntabilitas atau akuntabilitas. Di mana perusahaan harus menampilkan kinerjanya secara transparan dan adil, sehingga pengelolaannya selain untuk mencapai tujuan organisasi juga memperhatikan kepentingan stakeholders. Pedoman tersebut adalah:

  1. Dengan menugaskan seluruh tugas dan tanggung jawab kepada karyawan dan setiap organ perusahaan, serta meyakini bahwa seluruh karyawan dan organ memiliki kemampuan sesuai tugas, peran, dan tanggung jawabnya dalam menerapkan GCG.
  2. bahwa dalam pengelolaan perusahaan terdapat sistem pengendalian intern yang efektif.
  3. Setiap orang di perusahaan harus mematuhi etika bisnis dan kode etik yang telah di sepakati.
BACA JUGA:  Kedai Kopi dengan Sistem Franchise yang Sustainable

Tanggung Jawab

Perusahaan juga harus menjalankan tanggung jawab komunitas dan lingkungan mereka, serta mematuhi hukum dan peraturan untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Prinsip tanggung jawab ini juga akan mengakui perusahaan sebagai warga korporat yang baik dengan pedoman sebagai berikut.

  1. Garis tanggung jawab sosial meliputi kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar perusahaan.
  2. Berpegang pada prinsip kehati-hatian, memastikan bahwa perusahaan di jalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, peraturan dan anggaran dasar.

Kebebasan

Pengelolaan perusahaan harus di lakukan secara independen, agar tidak saling mendominasi dan mendominasi campur tangan pihak lain. Dengan demikian, GCG dapat di terapkan berdasarkan 2 hal berikut.

  1. Menghindari dominasi antar masing-masing organ perusahaan, bebas dari benturan kepentingan, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, dan bebas dari segala tekanan dan pengaruh pengambilan keputusan yang di tentukan secara objektif.
  2. Tidak saling melempar tanggung jawab untuk masing-masing organ perusahaan, dan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar.

Keadilan dan Kesetaraan

Tata kelola perusahaan yang baik juga di terapkan sebagai pengajaran dan pengalaman untuk memperhatikan pemangku kepentingan dalam menjalankan aktivitasnya. Prinsip ini dipandu oleh:

  1. Pemangku kepentingan di berikan kesempatan untuk memberikan masukan dan pendapat untuk kepentingan perusahaan.
  2. Memperlakukan pemangku kepentingan secara adil dan setara dengan kontribusi dan manfaat bagi perusahaan.
  3. Memberikan kesempatan yang sama dalam perekrutan pegawai tanpa memandang SARA, kondisi fisik maupun jenis kelamin.

Sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, Anda sebagai pemilik perusahaan dapat mengikuti program-program dari lembaga/organisasi/perusahaan yang di tujukan untuk UKM di Investree yang sudah ada dan di dukung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Selain membantu usaha kecil menengah, Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa hasil yang tidak seimbang hingga 20% p.a. Lumayan kan, untuk mengembangkan aset perusahaan? Bisa juga untuk portofolio bisnis. Semoga bermanfaat.

BACA JUGA:  Peluang Wedding Organizer Menjadi Bisnis yang Menjanjikan

Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top