Juni 7

0 comments

Cara Membuat NPWP Online Tanpa Datang Kantor Pelayanan Pajak

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia yang memiliki dan sedang memperoleh penghasilan. NPWP hampir sama dengan KTP, keduanya digunakan sebagai identitas. Berbeda dengan KTP, NPWP ini sangat penting ketika menyatakan dan membayar pajak. Jadi buat Anda yang belum punya kartu NPWP, dapatkan sekarang! Simak panduan lengkap membuat cara membuat NPWP online yang akan dijabarkan di bawah ini untuk mempermudah pekerjaan Anda.

Apa itu NPWP?

Menurut Pasal 1 (6) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah tanda pengenal yang diterbitkan oleh Departemen Jenderal Pajak kepada Wajib Pajak.

NPWP terdiri dari 15 digit angka yang berfungsi sebagai kode unik, sehingga berpotensi memastikan bahwa data pajak Anda tidak akan tertukar oleh orang lain.

Berikut adalah arti dari kode seri NPWP menurut struktur penomoran NPWP yang di anut oleh Departemen Jenderal Pajak.

Contoh NPWP : 11.223.345.6-789003

Angka 9 digit pertama adalah kode unik untuk identitas wajib pajak.

Angka 3 digit di ikuti dengan kode unik Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagai kode pendaftaran wajib pajak (untuk pendaftar baru) atau kode wajib pajak saat ini (untuk pendaftaran lama).

Kemudian 3 angka terakhir adalah status wajib pajak, baik pusat/unit maupun cabang. Angka 000 menunjukkan hub/status tunggal, sedangkan angka 00x (001, 002, 002, dst) menunjukkan urutan cabang.

cara membuat npwp online

Jenis NPWP

Ada dua jenis Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yaitu NPWP pribadi dan NPWP bisnis.

  • NPWP Pribadi, yaitu NPWP milik perseorangan atau badan hukum yang berpenghasilan di Indonesia. Berikut ini adalah orang-orang yang termasuk dalam NPWP Perorangan, yaitu:
  • Penghasilan dari usaha
  • Penghasilan dari wiraswasta
  • Pribadi Berpenghasilan dari pekerjaan
  • NPWP Badan, yaitu NPWP yang di miliki oleh setiap perusahaan atau badan usaha yang memiliki penghasilan di Indonesia. Berikut  perusahaan yang termasuk dalam NPWP Badan, yaitu :
  • Milik pemerintah (BUMN dan BUMD)
  • Organisasi Swasta (PT, CV, Koperasi, Yayasan) dan Organisasi)
BACA JUGA:  Pahami Ketentuan PPh Pasal 21 Demi Ketaatan Pajak Karyawan

Direktorat Jenderal Pajak telah mengeluarkan imbauan kepada semua orang yang memenuhi kriteria wajib pajak untuk memiliki NPWP dan memanfaatkannya.

Khusus bagi Anda yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif sesuai dengan undang-undang perpajakan, berdasarkan sistem penilaian sendiri untuk menghindari sanksi perpajakan. Selain fungsi yang di jelaskan secara singkat di awal, ada keuntungan lain yang harus Anda ketahui.

Manfaat NPWP secara umum

Anda akan merasa mudah untuk mengelola persyaratan tata kelola banyak lembaga perbankan, termasuk bank dan perusahaan fintech lainnya. Dokumen yang di perlukan untuk NPWP meliputi:

  • Kredit Bank – NPWP adalah salah satu persyaratan utama dalam proses aplikasi kredit  bank untuk menunjukkan apakah Anda (calon debitur) patuh pajak atau sebaliknya.
  • Rekening Dana Nasabah (RDN) – Untuk membuka RDN atau RDI (Rekening Dana Investor), Anda harus memiliki NPWP. Tanpanya, Anda tidak dapat membuat akun dan  tidak dapat membeli produk investasi, seperti saham, reksa dana, dan obligasi.
  • Rekening Efek – Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham, Anda harus membuat rekening efek. Untuk membuat akun trading, Anda harus memiliki NPWP sebagai syarat.
  • Rekening bank – Beberapa jenis bank memerlukan NPWP untuk membuat rekening  baru. Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 menjelaskan bahwa calon nasabah wajib menyerahkan NPWP untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan teroris oleh bank umum.
  • Rekening koran – Untuk membuat rekening koran (untuk pemilik badan usaha), di perlukan beberapa file. Salah satu filenya adalah NPWP, itu wajib.
  • Pembuatan SIUP – Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sangat penting bagi usaha  kecil dan besar untuk mendapatkan pengakuan pemerintah. Dalam aplikasi, di perlukan NPWP untuk mempercepat proses.
  • Administrasi Pajak Final – Jika Anda ingin  pembayaran pajak final, Anda harus memiliki NPWP. Tanpa NPWP, Anda tidak dapat memproses pembayaran.
  • Paspor – Proses pengajuan paspor mengharuskan Anda memiliki NPWP. Segera buat NPWP Anda, baru setelah itu Anda dapat melalui proses pembuatan paspor.
BACA JUGA:  Cara Lapor SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Makelar Melalui DJP Online
cara membuat npwp online

Cara Membuat NPWP Online

Apa itu NPWP elektronik? bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi Wajib Pajak dalam melakukan pelayanan perpajakan karena tidak mudah rusak karena tergores, pecah atau bahkan hilang.

Namun, NPWP elektronik hanyalah layanan pelengkap dan kartu NPWP fisik tetap menjadi alat utama  wajib pajak. Lalu bagaimana cara membuat NPWP online tanpa harus datang ke kantor pelayanan pajak. Di kutip oleh Direktorat Jenderal Pajak, berikut cara mengajukan NPWP melalui Internet alias Electronic Registration (E-REG DJP).

Selesaikan langkah-langkah untuk mendaftarkan NPWP pribadi Anda secara online:

  • Buka website resmi Dirjen Pajak di www.pajak.go.id atau ereg.pajak.go.id/login, pilih menu Electronic Registration System.
  • Buat akun. Pertama, daftarkan akun dengan mengklik “daftar”. Isi data registrasi user yang benar seperti nama, alamat email, password, klik ‘Register’.
  • Aktivasi Akun Untuk mengaktifkan akun Anda dengan mencentang kotak masuk  email yang Anda gunakan untuk mendaftarkan akun Anda. Buka email dari Dirjen Pajak, ikuti petunjuk di email  untuk  aktivasi.
  • Lengkapi formulir pendaftaran. Setelah aktivasi berhasil, masuk ke sistem Registrasi Elektronik dengan memasukkan email dan kata sandi akun yang di buat. Atau Anda bisa juga klik link yang ada di email aktivasi kedua yang berasal dari Dirjen Pajak.

Proses Pelaporan

Setelah login, Anda akan di arahkan ke halaman registrasi data WP. Silahkan isi semua data pada form yang telah di sediakan dengan benar.

Ada 10 langkah yang harus Anda ikuti secara online. Ikuti semua instruksi untuk entri data, periksa secara menyeluruh. Jika data yang di masukkan sudah benar, maka akan muncul sertifikat pendaftaran sementara.

  • Penyampaian Formulir Pendaftaran. Setelah mengisi semua data dalam Formulir Pendaftaran, pilih tombol Daftar untuk mengirimkan Formulir Pendaftaran Wajib Pajak secara elektronik ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.
  • Cetak. Selanjutnya, Anda harus mencetak dokumen seperti yang muncul di layar komputer Anda, yaitu: Pendaftaran Wajib Pajak dan Tanda Daftar Sementara.
  • Menandatangani Formulir Pendaftaran Menandatangani Wajib Pajak dan melengkapi Formulir Dokumen. Setelah Wajib Pajak melakukan pendaftaran sudah tercetak, silakan tanda tangani, lalu kompilasi dengan dokumentasi lengkap yang telah Anda siapkan.
  • Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP. Setelah berkas kelengkapannya sudah siap, maka Anda harus mengirimkan akan Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang sudah Anda tandatangani.
  • Opsi Document Scan. Jika Anda tidak ingin repot mengirim atau mengirim file secara langsung atau melalui pos ke KPP, Anda dapat memindai (scan) dokumen Anda dan mengunggahnya sebagai file perangkat lunak melalui aplikasi yang sebelumnya menggunakan eRegistration.
  • Cek status dan tunggu sampai kartu NPWP terkirim
BACA JUGA:  Prosedur Pemusatan PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Proses Review

Setelah menyerahkan dokumen, Anda bisa mengecek status registrasi NPWP melalui email atau di halaman history berlangganan di aplikasi e-Registration.

• Jika statusnya di tolak, Anda harus memperbaiki beberapa data yang tidak lengkap.

• Jika statusnya di setujui, kartu NPWP elektronik akan di kirim ke alamat Anda melalui pos tercatat.

Kartu NPWP dapat di cetak secara fisik atau sebagai file perangkat lunak, yaitu NPWP elektronik. Apabila membutuhkan NPWP elektronik, Anda dapat mengecek salinannya melalui fitur Kirim NPWP ke Email pada menu Info DJP Online. Inilah cara membuat NPWP online tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, pajak


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WEBINAR GRATIS!!

3 Langkah Menyusun SOP Untuk Membangun Bisnis Autopilot

Hari
Jam
Menit
Detik