Juni 30

0 comments

Buku Besar Akuntansi Untuk Mencatat Transaksi Usaha

Apa itu buku besar? Cara membuat atau memposting buku besar akuntansi dalam formulir T, Skontro, dan Stafel untuk perusahaan, lihat juga contoh bagaimana Anda dapat melakukan entri jurnal yang benar dalam ulasan berikut!

Buku besar atau buku besar akuntansi merupakan salah satu bagian dari siklus akuntansi.

Secara teknis, buku besar adalah buku yang berisi kumpulan data historis transaksi yang terdapat dalam Jurnal Umum dan Jurnal Khusus.

Sebenarnya cara membuat atau memposting buku besar perusahaan dagang cukup sederhana.

Namun, hal ini akan sulit dilakukan ketika sebuah bisnis memiliki volume transaksi bisnis yang besar.

Pada dasarnya, buku besar menampilkan riwayat transaksi dan saldo keuangan untuk suatu periode akuntansi.

Pada akhir periode akan menjadi sumber data untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Apa itu Buku Besar Akuntansi?

Yang dimaksud dengan buku besar akuntansi (Ledger) adalah kumpulan akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal yang dapat dibuat dalam bentuk T, Skontro, dan Staffle.

Buku besar akuntansi perusahaan dapat diartikan sebagai catatan akhir dalam akuntansi atau buku entri akhir yang merupakan ringkasan data yang telah dikelompokkan atau diklasifikasikan dari jurnal.

Buku ini berisi perkiraan yang merangkum pengaruh transaksi keuangan terhadap perubahan jumlah rekening.

Akun-akun yang dicatat di dalamnya adalah akun yang berbeda seperti akun aset, kewajiban, dan modal perusahaan.

Penting untuk diingat bahwa jumlah perkiraan yang diperlukan/dicatat oleh suatu perusahaan bervariasi, karena tergantung pada kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis kegiatan, volume transaksi dan informasi yang diinginkan perusahaan.

Fungsi setiap akun yang terdapat dalam buku besar akuntansi perusahaan berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan.

BACA JUGA:  Strategi Penjualan Masa Covid-19 Untuk Menjaga Keuangan Usaha

Data dalam buku besar akuntansi tidak rinci karena akun terkadang tidak mencerminkan data rinci, seperti hutang, piutang, dan persediaan barang dagangan.

Untuk akun-akun tersebut, diperlukan akun-akun lain yang terlihat dalam buku atau kumpulan kartu yang disebut dengan buku besar pembantu atau buku besar pembantu.

Dengan begitu ada buku pembantu hutang, asisten piutang, dan asisten barang dagangan.

buku besar akuntansi

Manfaat dan Fungsi Buku Besar

Dapat di katakan bahwa fungsi buku besar akuntansi T, Skontro, dan Staffle sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan tahunan perusahaan.

Setiap buku besar akuntansi perusahaan memiliki kegunaannya masing-masing. Ini di dukung di setiap perusahaan.

Maka Anda harus menyesuaikan dengan perusahaan Anda dan melihat berapa banyak transaksi di perusahaan Anda.

Beberapa fungsi buku besar akuntansi adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai alat untuk meringkas data transaksi yang telah di catat dalam jurnal (umum).
  2. Sebagai alat untuk mengklasifikasikan data keuangan dan dapat mengetahui jumlah atau keadaan sebenarnya dari rekening (rekening) apakah terdapat perbedaan atau tidak.
  3. Menjadi dasar untuk mengklasifikasikan transaksi-transaksi yang ada atau telah di catat dalam jurnal.
  4. Sebagai bahan atau informasi untuk penyusunan laporan keuangan.
  5. Sebagai bukti atau validasi dari semua data yang telah di kumpulkan.
  6. Pembaruan akun yang terdapat dalam buku besar dan file data transaksi.
  7. Sebagai pencatatan penyesuaian ke rekening perusahaan.
  8. Penyusunan laporan keuangan pada akhir periode akuntansi.
  9. Media klasifikasi dan pencatatan kode data transaksi bersumber dari rekening perusahaan.

Selain fungsi buku besar akuntansi perusahaan di atas, ada juga manfaat berupa T, Skontro, dan Staffle, antara lain:

  1. Pencatatan yang akurat atas data transaksi bisnis yang terjadi selama periode akuntansi. Masing-masing data tersebut akan lebih mudah di pertanggungjawabkan pada akhir periode yaitu pada saat pembuatan laporan keuangan. Dengan pencatatan data transaksi yang tepat dan akurat, pembuatan laporan keuangan juga akan lebih mudah.
  2. Memposting semua transaksi yang terjadi dalam bisnis dengan benar berdasarkan akun perusahaan.
  3. Saldo debit dan kredit di rekening perusahaan.
  4. Mempermudah proses pembuatan jurnal penyesuaian dengan data pencatatan transaksi yang akurat.
BACA JUGA:  Apa itu Jurnal Penyesuaian dan Bagaimana Cara Membuatnya

Bentuk Buku Besar Akuntansi

Sebelum masuk ke bagian cara membuat dan contoh buku besar, ada beberapa bentuk pencatatan akuntansi yang perlu Anda pahami terlebih dahulu, yaitu:

1. Buku Besar Bentuk T

Buku besar perusahaan dengan bentuk T dalam akuntansi atau keuangan adalah salah satu bentuk paling sederhana yang terlihat seperti T besar.

Di sebelah kanan menunjukkan sisi kredit, di sebelah kiri menunjukkan sisi debit.

Bentuk dan fungsi buku besar ini cukup sederhana dan mudah.

Nama akun di tempatkan di sisi kiri atas dan kode akun di tempatkan di sisi kanan atas.

Jumlah akun dan transaksi yang di catat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Jadi tergantung pada jenis perusahaan dan jenis transaksi yang terjadi dalam satu periode perusahaan.

Jenis buku besar berbentuk T tetap sama meskipun akun-akun yang di catat berbeda.

Kesamaan mereka adalah format tanggal, debet, kredit, serta nama dan nomor rekening, total di akhir jumlah.

2. Bentuk Skontro

Bentuk skontro juga di kenal sebagai bentuk dua kolom. Skontro sendiri berarti satu sisi atau di bagi dua yaitu kanan dan kiri atau debit dan kredit.

Fungsi buku besar pengendali cukup penting dan sering di gunakan dalam perusahaan.

Skontro merupakan bentuk buku besar akuntansi perusahaan yang cukup mudah namun tetap detail dalam setiap transaksi dan pencatatan nominalnya.

3. Bentuk Stafel Kolom Saldo Tunggal

Buku besar staf kolom saldo tunggal biasanya di gunakan di perusahaan yang memiliki banyak transaksi.

Kolom saldo di gunakan untuk mencatat hasil setelah terjadi transaksi debit atau kredit.

Jadi akan memudahkan jika jumlah transaksi yang terjadi besar dalam satu periode.

BACA JUGA:  Tips Mencegah Fraud Pada Transaksi Keuangan

4. Bentuk Stafel Kolom Saldo Ganda

Yang di maksud dengan buku besar staf dua kolom adalah bentuk yang menyerupai neraca satu kolom.

Yang membedakan dengan single-column staff hanya satu kolom saldo, yang terbagi menjadi 2 kolom lagi yaitu kolom debet dan kolom kredit.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top