Maret 20

2 comments

BISNIS ONLINE : Menelusuri SOP Penjualan pada Platform Marketplace

Di Indonesia, bisnis online semakin berkembang dan semakin banyak marketplace yang bermunculan dengan berbagai macam produk dan fitur yang ditawarkan. Semakin banyak produk, konsumen akan perlu mereview produk mana yang sesuai dan terjamin kualitasnya.

Pembeli melakukan order, bagaimana prosesnya?

Jika produk yang dipilih sudah sesuai dengan yang diharapkan barulah pembeli melakukan klik masukkan ke keranjang dan melakukan order. Selanjutnya setelah pembeli melakukan order, secara otomatis marketplace akan mengeluarkan sebuah invoice pesanan. Proses ini yang disebut dengan Sales Order.

Jika sales order Anda banyak disebabkan permintaan pembeli yang banyak, ada yang perlu diperhatikan. Jumlah order yang harus diproses tidak boleh salah atau keliru penginputan data atau salah pengiriman barang. Hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan software keuangan atau aplikasi keuangan.

Apa yang dilakukan setelah Sales Order dibuat?

Ketika selesai sales order customer, selanjutnya pembeli melakukan pembayaran. Namun pembayaran ini tidak langsung masuk kepada penjual atau pemilik online shop. Pembayaran dari pembeli akan ditahan terlebih dahulu oleh marketplace. Proses ini yang dinamakan dengan Down Payment.

sop penjualan di bisnis online

Pembayaran dari pembeli akan diteruskan kepada penjual apabila proses transaksi sudah selesai. “Selesai” yang dimaksud disini adalah barang diterima oleh pembeli dengan puas. Sehingga setiap sales order yang sudah muncul segera diproses. Produk Anda yang nantinya akan muncul informasi pengiriman produk dan jasa pengiriman yang digunakan. Ini yang disebut dengan Delivery Order.

Ketika melakukan pengiriman produk wajib melampirkan delivery order. Selain untuk pengiriman produk, delivery order perlu Anda simpan sebagai dokumen bukti bahwa penjual telah mengirimkan produk. Sehingga dokumen yang perlu dilampirkan dalam pengiriman produk adalah invoice dan delivery order.

Setelah itu, barang yang sudah Anda kirimkan berarti terdapat stock barang keluar. Secara akuntansi, barang ini posisinya berkurang namun belum menambah penghasilan. Mengapa demikian? Sebab penghasilan masih ditahan oleh marketplace. Sehingga bisa disebut sebagai piutang. Pengakuan piutang ini berdasarkan sales order tadi.

Pembeli melakukan konfirmasi ke marketplace bahwa produk telah diterima. Di marketplace, momen inilah yang menjadikan acuan marketplace meneruskan uang dari pembeli ke penjual. Saat itu juga marketplace meneruskan penghasilan, yaitu mencairkan dana ke toko penjual.

Ketika pencairan dana, marketplace akan secara otomatis menerbitkan sebuah Invoice atas penghasilan yang didapatkan. Maka Anda sebagai penjual perlu membuat Bank/Cash Receipt atau pengakuan kas yang dimiliki.

Ini adalah proses terakhir penjualan produk toko online Anda. Kurang lebih siklus akuntansi yang harus dibuat dalam sebuah bisnis online adalah seperti ini.  

Sekian penjelasan kami terkait dengan SOP Penjualan pada Platform Marketplace dan bisa Anda terapkan. Jangan ragu untuk kontak kami apabila Anda memiliki pertanyaan seputar penjelasan diatas


Tags

barang, jasa, marketplace, marketplace online, online, pembeli, pengelola, produk, usaha, vendor


You may also like

Pelaporan Pajak untuk Para Direktur Perusahaan PT / CV

Pentingnya SOP Bagi Usaha Anda: Ibarat Kereta Tanpa Rel

Leave a Repl​​​​​y

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube