Februari 18

0 comments

Batas Waktu Setor, Lapor dan Bayar Pajak Anda

Wajib pajak dalam bayar pajak dan sebagai pelapor juga harus bertanggung jawab atas informasi yang terdapat dalam SPT lapor pajak. Apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan petugas pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selaku penyelenggara kegiatan perpajakan dapat meminta Wajib Pajak untuk memberikan informasi dan pertanggungjawaban.

Tentu saja, jika Anda melaporkan SPT Anda dengan benar, hal ini dapat mengakibatkan sanksi atau denda, dan Anda harus dapat menghindari hal tersebut.

Pelaporan SPT merupakan kewajiban perseorangan dan badan bagi setiap wajib pajak. Bentuk SPT ada dua, yaitu SPT reguler dan SPT tahunan.

SPT berkala adalah formulir yang digunakan untuk pelaporan pajak yang di bayar dalam jangka waktu tertentu (biasanya bulanan). Wajib pajak menggunakan pengembalian pajak berkala untuk melaporkan sembilan jenis pajak berikut:

  1. PPh Pasal 21/26
  2. PPh Pasal 22
  3. PPh Pasal 23/26
  4. PPh Pasal 25
  5. PPh Final (Pasal 4 Ayat 2)
  6. PPh pasal 15
  7. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
  8. PPN Bagi Pemungut
  9. PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

Masing-masing dari sembilan pemberitahuan berkala harus memiliki format yang berbeda. Hal ini disebabkan perbedaan tarif pajak dan objek pajak dari setiap jenis pajak.

Harap mengacu pada peraturan yang dipublikasikan di halaman web “Administrasi Pajak Umum”, yang mengatur jangka waktu pembayaran / penyetoran pajak dan jangka waktu pelaporan SPT berkala.

Jika tanggal pengembalian pajak adalah hari libur atau tanggal merah, Anda dapat melaporkan pengembalian pajak pada hari kerja berikutnya. Berikut adalah batas waktu penyimpanan dan pelaporan setiap pajak beserta SPTnya:

Pembayaran dan periode pelaporan PPh PPh Pasal 4 ayat 2, PPh Pasal 15, PPh Pasal 21/26 dan PPh Pasal 23/26

Untuk PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21/26, dan PPh Pasal 23/26, batas waktu penyetoran / penyetoran pajak adalah tanggal 10 bulan berikutnya.

Pada saat yang sama, batas waktu pengembalian pajak reguler adalah tanggal 20 bulan depan. Khusus untuk Wajib Pajak standar tertentu PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23, PPN dan PPnBM, jangka waktu pembayaran / penyetoran didasarkan pada masing-masing Jangka Waktu Surat Pemberitahuan, dan untuk pelaporan. batas waktu, SPT reguler terletak pada tanggal 20 setelah berakhirnya masa pajak sebelumnya.

Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 25

Pembayaran dan Pelaporan Pada OP dan PPh Pasal 25 wajib pajak badan, batas waktu penyetoran / penyetoran pajak adalah tanggal 15 bulan berikutnya, dan batas waktu pelaporan SPT adalah tanggal 20 bulan berikutnya.

Bagi Wajib Pajak dengan ketentuan tertentu berdasarkan Pasal 25 (Pembayaran Angsuran) (memperbolehkan beberapa periode pajak dilaporkan dalam satu SPT reguler), batas waktu pembayaran / penyetoran pajak adalah akhir masa pajak terakhir.

Pada saat yang sama, batas waktu pengembalian pajak reguler adalah tanggal 20 bulan depan.

SPT Masa PPh Pasal 22 Pembayaran dan Masa Pelaporan Untuk kepabeanan

Pasal 22 PPh, PPN dan PPnBM, batas waktu pembayaran / pembayaran pajak adalah satu (satu) hari setelah pemungutan. Sedangkan batas waktu pelaporan berkala adalah hari kerja terakhir minggu depan (laporan mingguan).

Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendahara negara memiliki batas waktu pembayaran / pembayaran pajak pada hari penyerahan barang, dan batas waktu pelaporan SPT rutinnya adalah tanggal 14 bulan berikutnya.

Untuk PPh Pasal 22 “Pertamina”, batas waktu pembayaran / pembayaran pajak sebelum penyerahan nota penyerahan.

PPh Pasal 22 Penerima pembayaran tertentu memiliki batas waktu bayar / setor pajak pada tanggal 10 bulan berikutnya. Pada saat yang sama, batas waktu pengembalian pajak reguler adalah tanggal 20 bulan depan.

Batas akhir pembayaran dan pelaporan SPT PPN reguler dan PPnBM

Bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) PPN dan PPn BM, batas waktu pembayaran / penyetoran pajak adalah bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak dan sebelum penyampaian SPT masa PPN. Sedangkan batas waktu pelaporan SPT berkala adalah bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.

Untuk PPN Bendahara dan PPn BM batas waktu pembayaran / penyetoran adalah tanggal 7 bulan berikutnya, dan batas waktu pelaporan SPT rutin tanggal 14 bulan berikutnya.

Untuk PPN dan PPn BM bagi penerima bukan kas, batas waktu pajak / setoran adalah tanggal 15 bulan berikutnya, sedangkan batas waktu pelaporan SPT reguler adalah tanggal 20 bulan berikutnya.

Berikut di atas tadi adalah penjelasan mengenai batasan-batasan yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Batas waktu tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan dari DJP.

Jika masih bingung dengan penjelasan di atas, Anda dapat melihat video berikut ini agar lebih mudah untuk dipahami.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis untung, finance, jurnal, kena pajak, keuangan, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, pajak, pajak makelar, pajak penghasilan, pemungutan pajak, PPh, PPN, setor pajak, usaha dagang, usaha jasa, wajib pajak


You may also like

Tips Mengubah Bisnis Apapun Agar Bisa Punya Untung Besar

Sebuah Perusahaan Rugi Puluhan Milyar Sebab Tak Terapkan Strategi Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube