April 13

0 comments

Bisnis Autopilot Itu MUSTAHIL? 3 Fakta Tentang Bisnis Autopilot

autopilot

Mengelola bisnis sambil liburan emangnya bisa? Atau mengelola bisnis sambil bermain bersama anak, istri, atau keluarga. Mungkin Anda punya keinginan bekerja sambil melakukan hal yang lainnya. Itu bukan suatu hal yang mustahil jika Anda tau caranya membangun sistem bisnis autopilot.

Dengan memiliki sistem bisnis yang autopilot, Anda bisa menjalankan bisnis tanpa perlu hadir ke kantor setiap hari. Semua pekerjaan operasional bisa Anda delegasikan kepada karyawan yang ada di perusahaan Anda. Dengan begitu Anda bisa menggunakan waktu yang lebih banyak untuk melakukan hal produktif lainnya, atau bahkan bisa Anda gunakan untuk fokus memikirkan strategi perkembangan bisnis Anda. 

Kali ini kita akan membahas tentang fakta-fakta menarik tentang bisnis autopilot. Bagi Anda, bisnis owner yang ingin bisnisnya berjalan secara autopilot, mungkin artikel ini bisa menambah wawasan Anda. Berikut 3 fakta menarik tentang bisnis autopilot.

1. Bisnis Autopilot Itu Fakta atau Mitos?

Mungkin bagi sebagian besar orang bertanya-tanya “memangnya bisa ya bisnis itu berjalan sendiri tanpa ada ownernya?”, “ah itu mah mitos, dimana-mana bisnis harus memiliki owner supaya bisa berjalan!”. 

Apakah Anda adalah salah satu yang memiliki pertanyaan itu dibenak Anda? Jika iya, yuk mari kita bahas bersama. 

Mungkin pertanyaan diatas berlaku untuk bisnis owner yang baru membuka usahanya. Masih fresh dan perlu untuk turun tangan sendiri dalam melakukan semua halnya sendiri. Karena ketika kita baru membangun bisnis, pastilah awalnya kita tidak memiliki cukup sumber daya manusia (SDM) yang bisa membantu semua pekerjaan. Betul? Maka dari itu, karena kurangnya SDM maka bisnis owner bisa menjadi superMan yang melakukan semua pekerjaannya sendiri.

Apakah tidak mungkin jika bisnis tersebut sudah berjalan dengan baik maka SDM akan bertambah? Jawabannya adalah mungkin sekali. Ketika bisnis mulai berkembang, permintaan customer mulai tinggi, income yang dihasilkan pun mulai meningkat. Maka hal itu adalah possible untuk merekrut karyawan supaya pekerjaan bisa terbantu dan terkontrol dengan lebih baik.

Nah dengan adanya SDM ini, bisnis owner bisa lho mulai mendelegasikan semua pekerjaan yang awalnya dia kerjakan sendiri di awal kepada karyawan-karyawan yang telah dia rekrut. Sehingga si bisnis owner ini bisa lepas tangan terhadap pekerjaan operasional. Hal yang semacam inilah yang disebut dengan bisnis autopilot, yakni bisnis yang bisa berjalan sendirinya tanpa harus ada campur tangan si pemilik bisnis. 

Didalam sebuah perusahaan pastilah ada yang namanya TEAM. Team disini adalah sekelompok orang yang memiliki satu visi dan misi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai satu tujuan yang sama. Namanya juga TEAM (Together Everyone Achieve Miracle), maka semuanya bergerak bersama untuk mencapai suatu keberhasilan.

Jadi, apakah bisnis autopilot itu fakta ataukah mitos? Jawabannya adalah FAKTA!

2. Apakah Bisnis Autopilot Itu Berarti Bisnis Owner Nganggur?

Yap, setelah melihat penjelasan pada pertama tadi mungkin sekarang Anda muncul pertanyaan “lho kalau gitu enak dong bisnis owner nya nganggur, kan semua kerjaan diserahkan ke karyawan?!.” Adalah masuk akal ya hal ini di pertanyakan. 

Jadi gini, mendelegasikan semua pekerjaan operasional kepada karyawan bukan berarti membuat bisnis owner jadi menganggur ya. Pekerjaan bisnis owner menjadi berkurang memang betul, tapi tidak untuk menganggur atau tidak melakukan pekerjaan sama sekali terkait dengan bisnisnya. 

Lalu apa yang bisnis owner kerjakan? Ada beberapa pekerjaan yang (biasanya) dikerjakan oleh seorang bisnis owner dengan sistem perusahaan yang autopilot, diantaranya membuat startegi bisnis untuk masa mendatang, memonitor project yang sedang berjalan, memantau segala pekerjaan karyawannya, meeting baik dengan karyawan maupun client, dealing dengan client, dan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya strategic.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pekerjaan seorang bisnis owner itu rata-rata adalah building strategic ya dengan tujuan untuk agar bisnisnya bisa berkembang lebih pesat lagi.

Apakah Ada Bisnis Autopilot yang Palsu?

Mungkin dari penjelasan diatas masih ada yang bertanya-tanya tentang kebenaran bisnis autopilot. Ya bisa jadi sebagian kecil dalam hatinya masih ragu “ah jangan-jangan itu palsu”.

BACA JUGA:  Pentingnya Belajar Bisnis Digital Untuk Mengembangkan Usaha

Dan faktanya, memang ada lho bisnis autopilot yang palsu. Lalu apa ciri-cirinya suatu bisnis itu berjalan dengan autopilot yang palsu? Perhatikan beberapa ciri dibawah ini ya.

Bisnis Hanya Bersandar Pada Satu atau Beberapa Orang Saja

Padahal di dalam perusahaannya memiliki banyak SDM dan team yang bisa mendukung. Namun semua pekerjaan hanya berpusat pada satu orang saja, misalnya manager. 

Bisnis owner mengira bisnisnya sudah autopilot karena bisa berjalan tanpa harus ada kehadiran dirinya dan sebagai gantinya ada manager yang menjalankan seluruh sistem. Padahal sebuah sistem bisa berjalan apabila seluruh team bisa bergerak secara bersama-sama dan bukan hanya satu atau dua orang saja.

Bisnis owner yang bisnisnya autopilot sering kali terjebak dengan hal ini, dia mengira bahwa bisnisnya sudah benar-benar autopilot karena bisa berjalan tanpa kehadirannya.

Bisnis tidak berjalan apabila orang yang menjalankan sistem tidak masuk

Banyak yang beranggapan bahwa “ga masalah sistem berpusat pada satu atau beberapa orang saja, yang terpenting bisnis owner tetap bisa mantau dari jauh” Nah pemahaman ini adalah keliru ya karena sistem tidak bisa berpusat pada beberapa orang team saja! Ciri yang kedua ini sangat berkaitan dengan ciri yang pertama. 

Oke katakanlah sistem bisa berpusat hanya pada satu orang saja, lalu kita temui kasus dimana orang tersebut tidak masuk kerja karena suatu alasan. Maka selanjutnya apa yang terjadi? Sistem tidak bisa berjalan lancar seperti biasanya.

Tim yang terbiasa hanya mengandalkan beberapa orang saat bekerja, hanya akan bergerak saat digerakkan dan diberi instruksi. Seluruh tim tidak mengerti apa yang perlu dilakukan dan bagaimana setiap pekerjaan akan mengalir jika tidak dikendalikan oleh orang yang menjadi pusat sistem.

Akibatnya, bisnis bisa kacau balau, keuntungan dan omzet menurun, bisnis kehilangan pelanggan, pekerjaan tumpang tindih dan masalah lainnya. Baru 1 hari, bayangkan jika orang yang menjadi pusat sistem dalam bisnis memutuskan resign atau pindah ke kompetitor!

Tidak Adanya Harmonisasi di Dalam Team

Bisnis yang autopilotnya palsu tidak memiliki harmonisasi dalam bisnis karena tidak seimbangnya tanggung jawab antar tim.

Tim yang menjadi pusat sistem akan berpikir bahwa semua pekerjaan terpusat pada dirinya meskipun sebenarnya dia memiliki posisi dan gelar yang sama dengan tim lain. Rasa memiliki tidak tumbuh di seluruh tim karena mereka tahu jika terjadi kesalahan atau perlu diperbaiki, akan ada tim lain yang mengerjakannya. Seiring waktu, banyak “virus” akan muncul di bisnis sehingga tim tidak bersatu dalam mencapai tujuan bisnis.

Ia mengatakan, para pelaku bisnis harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam autopilot palsu dan malah menghancurkan bisnisnya sendiri karena hanya berpusat pada segelintir orang.

Selanjutnya kita akan bahas kelebihan dan kekurangan dari sistem bisnis autopilot.

Kelebihan

1. Financial Freedom

Keuntungan pertama yang bisa Anda dapatkan dari sistem bisnis autopilot adalah kebebasan finansial. Ketika bisnis Anda menjalankan sistem bisnis autopilot, Anda akan secara konsisten mendapatkan penghasilan tanpa perlu intervensi langsung dari Anda dalam berbisnis. Bisnis yang memiliki sistem dengan benar dengan autopilot akan terus menghasilkan uang untuk Anda, meskipun Anda tidak fokus 100% pada bisnis tersebut. Jadi, meskipun sekarang Anda berada di luar bisnis Anda, bisnis tersebut tetap akan mendatangkan keuntungan bagi Anda.

Dengan kebebasan finansial yang Anda dapatkan dari sistem bisnis autopilot ini, Anda lebih leluasa menentukan langkah apa yang akan Anda ambil selanjutnya. Apakah Anda ingin menikmati hidup melalui kekuatan finansial yang Anda miliki, atau bahkan ingin membuat bisnis baru lainnya. Tentunya bisnis baru ini harus dikembangkan dengan sistem agar nantinya bisa berjalan secara autopilot juga.

BACA JUGA:  Mau Coba Usaha Gabungan? Pengusaha Harus Tahu Joint Venture

Ladang penghasilan Anda akan semakin banyak melalui bisnis autopilot yang Anda kembangkan. Anda akan mencapai kebebasan finansial lebih cepat dan merasakannya.

2. Time Freedom

Ketika bisnis Anda dapat berjalan sendiri tanpa perlu kehadiran Anda secara langsung, itu artinya Anda akan memiliki lebih banyak waktu luang. Anda akan lebih leluasa menggunakan waktu luang yang Anda miliki, karena bisnis Anda sudah berjalan dan dikelola oleh sistem, super team dan karyawan Anda.

Mungkin Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk lebih dekat dengan keluarga, menghabiskan waktu yang Anda miliki untuk memantau tumbuh kembang buah hati Anda, menekuni hobi Anda, dan masih banyak aktivitas lain yang bisa Anda lakukan dengan waktu luang yang Anda miliki. Mungkin Anda bisa jalan-jalan kemanapun Anda mau, tanpa khawatir bisnis tidak berjalan maksimal tanpa kehadiran Anda. Bahkan, Anda bisa memantau kelangsungan bisnis Anda dari manapun Anda berada.

Dengan sistem bisnis autopilot, Anda akan terbebas dari tuntutan untuk hadir memantau langsung bisnis yang Anda jalankan. Anda hanya perlu menikmati kebebasan waktu yang Anda miliki.

3. Meninggalkan Legacy Melalui Bisnis

Ketika Anda sudah memiliki bisnis yang tersistem dengan autopilot, berarti Anda sudah menyiapkan warisan yang nantinya bisa dinikmati oleh keluarga, kerabat atau orang-orang di sekitar Anda. Mengapa melalui sistem bisnis autopilot bisa dikatakan sudah menyiapkan warisan? Ketika saatnya tiba bagi Anda untuk kembali kepada Tuhan, maka bisnis yang telah Anda bangun dengan sistem ini akan dapat terus berjalan. Ini karena semuanya sudah bergantung pada sistem yang ada, bukan lagi bergantung pada diri sendiri.

Toh, membangun sistem bisnis autopilot tidaklah mudah. Dibutuhkan pemikiran, perencanaan dan eksekusi yang matang agar bisnis Anda memiliki sistem yang baik. Selain itu, Anda juga membutuhkan tim hebat yang akan menjalankan bisnis Anda. Oleh karena itu, jika Anda berhasil membangun sistem bisnis autopilot, itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Prestasi yang bisa dianggap sebagai warisan yang Anda tinggalkan di dunia iniDari ke-tiga kelebihan diatas apakah sekarang Anda ingin membangun bisnis dengan sistem autopilot? Pada kenyataannya, tidak semua bisnis bisa dijalankan secara autopilot lho. Nyatanya membangun bisnis secara autopilot itu bukanlah hal yang mudah. Yuk kenali beberapa ciri-ciri bisnis yang BELUM siap untuk berjalan secara autopilot.

1. Sistemnya masih berantakan
2. Anda, tim, dan karyawan tidak memiliki tujuan yang sama.
3. Waktu yang Anda miliki habis seluruhnya untuk mengurus urusan Anda sendiri.
4. Tim dan karyawan yang tidak kompeten sehingga Anda harus melakukan semuanya sendiri.
5. Tidak memiliki karyawan yang berintegritas dan loyal.
6. Tidak memiliki team yang inisiatif, jadi hanya akan bergerak jika ada perintah langsung dari anda.
7. Bisnis tidak dapat berjalan tanpa kehadiran Anda secara langsung.
8. Anda adalah “Superman” dalam bisnis Anda. Mengerti kan maksudnya superman? Yap, semua halnya Anda sendiri yang mengerjakan.

Jika ciri-ciri yang disebutkan di atas masih ada dalam bisnis yang anda jalankan sekarang, maka sayang sekali bisnis tersebut belum bisa berjalan secara autopilot. Lalu bisnis yang seperti apa yang bisa dijalankan dengan sistem autopilot? Bagaimana caranya?

Tentunya bisnis yang tidak memiliki ciri-ciri diatas adalah yang memiliki potensi untuk bisa berjalan secara autopilot ya. Nah Sekarang mari kita beralih pembahasan mengenai, bagaimana sih caranya supaya bisnis kita bisa tersistemasi secara autopilot? 

Untuk menciptakan bisnis autopilot, diperlukan sistem yang kuat. Sistem ini diperlukan agar bisnis dapat berlangsung secara otomatis dan berjalan maksimal tanpa memerlukan pengawasan langsung dari Anda. Untuk mempelajari sistem ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dipersiapkan dalam membangun bisnis autopilot.

1. Fase Pembuatan Blueprint Perusahaan

Pada tahap pembuatan blueprint, ada 4 hal penguasaan yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu:

BACA JUGA:  3 Kunci Sukses Franchise Teh Poci Membangun Sistem
– Penguasaan Tujuan

Anda harus memiliki tujuan yang jelas dalam membangun bisnis. Anda harus membuat tujuan atau sasaran dalam bisnis sejelas mungkin, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Tujuan Anda akan tercermin dalam visi dan misi bisnis yang Anda buat. Dengan tujuan bisnis yang jelas, Anda akan lebih mudah untuk mulai merancang strategi yang dibutuhkan untuk bisnis Anda.

– Penguasaan Keuangan

Pastikan Anda memiliki manajemen keuangan yang baik. Hal ini terlihat dari perputaran arus kas yang sehat, laporan neraca, dan laporan laba/rugi. Jaga fundamental keuangan bisnis Anda dalam kondisi baik, agar bisnis dapat terus berjalan dan berkembang.

– Penguasaan Waktu

Buat tim dan karyawan Anda tetap produktif. Jadikan tim dan karyawan Anda bekerja secara efektif, sehingga tingkat produktivitas mereka tetap terjaga. Dengan begitu, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir tentang mengembangkan bisnis Anda, bukan waktu yang dihabiskan di bawah pengawasan karyawan.

– Penguasaan Layanan

Jika Anda bergerak dalam bisnis jasa, pastikan Anda konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Bahkan, sesekali Anda bisa melakukan survei kepuasan pelanggan yang bisa dijadikan bahan evaluasi agar kualitas layanan Anda tetap terjaga.

Setelah Anda menguasai 4 hal tersebut, kini Anda memiliki blueprint perusahaan yang bagus. Blueprint sangat berguna sebagai panduan bagi Anda untuk membangun bisnis. Jika cetak birunya jelas, maka jalannya bisnis juga akan jelas. Pengembangan juga bisa dilakukan berkat pedoman yang jelas.

2. Fase Menyusun Strategi Marketing

Pada fase ini, Anda perlu memikirkan dan menentukan strategi pemasaran apa yang akan Anda terapkan untuk memasarkan bisnis Anda. Anda bisa mengkombinasikan strategi pemasaran konvensional, maupun online melalui strategi pemasaran digital.

Agar bisnis Anda bisa lebih unggul dari bisnis besar bahkan kompetitor, pikirkan cara agar bisnis Anda bisa menjadi yang pertama, tampil beda, atau menjadi yang terbaik. Dengan begitu, bisnis Anda akan mampu bersaing dengan persaingan di ruang lingkup bisnis Anda.

3. Fase Penanaman Pengaruh

Di sini Anda harus mulai membuat sistem untuk setiap divisi atau bagian dari bisnis Anda. Sistem bisnis yang meliputi hal-hal berikut:

  • Menciptakan visi dan misi yang jelas, budaya perusahaan, KPI (Key Performance Index), SOP (Standard Operation Procedure), struktur organisasi, dan job description.
  • Dalam struktur organisasi, usahakan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.
  • Sistem terperinci untuk keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, penjualan, teknologi, dan lainnya.
  • Ciptakan bisnis yang bergantung pada sistem, bukan pada individu (diri sendiri).

4. Fase Membangun Super Team

Bangun super tim yang kuat agar sistem yang Anda buat sebelumnya dapat berjalan dengan baik. Tanpa super tim atau tim yang solid, akan sulit menjalankan bisnis autopilot. Sebab nantinya super tim ini yang akan mengatur jalannya bisnis Anda, sehingga bisa berjalan secara otomatis tanpa pengawasan Anda.

Tim yang Anda butuhkan meliputi tim operasional, keuangan, admin, pemasaran, dan sumber daya manusia (SDM). Pada fase ini, peran Anda sebagai pemilik bisnis sangat dibutuhkan untuk memberikan pembinaan kepada setiap anggota super team.

5. Fase Perbaikan Terus Menerus

Jika bisnis Anda bisa berjalan dengan autopilot, Anda hanya perlu memantau dan mengevaluasi sistem yang sudah berjalan. Selain sistem, Anda juga perlu memantau kinerja tim Anda, apakah sudah sesuai dengan sistem yang ada. Jika sistem dan individu yang ada tidak sesuai dengan yang anda inginkan, lakukan perbaikan terus menerus hingga anda mendapatkan sistem dan individu yang sesuai dengan keinginan anda. Jangan cepat menyerah dalam membangun sistem dan menemukan individu yang tepat untuk menjalankan sistem tersebut. Butuh waktu untuk membangun sistem bisnis autopilot ini.

Jadi gimana? Apakah Anda sudah memutuskan untuk membangun bisnis dengan sistem autopilot?


Tags

akuntansi, arus kas, autopilot, biaya, bisnis, bisnis autopilot, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik