Desember 15

0 comments

Apa Itu Buku Besar Perusahaan Dagang? Bagaimana Buatnya?

Apakah Anda kesulitan membuat buku besar perusahaan dagang dengan banyak jenis transaksi? Jika demikian, Anda perlu membaca artikel ini untuk membantu Anda.

Sebenarnya apa sih buku besar itu? Berdasarkan ilmu akuntansi, buku besar merupakan salah satu catatan transaksi yang penting dan wajib dibuat sebelum laporan keuangan. Buku besar juga termasuk dalam siklus akuntansi.

Nah bagi anda yang bergerak di bidang usaha dagang pasti sering mendengar ledger perusahaan dagang ini. Contoh buku besar ini tentunya perlu dibuat secara cermat karena nantinya akan membantu menerapkan beberapa karakteristik laporan keuangan yang dibutuhkan.

Sehingga keberadaan buku besar ini penting untuk mencatat semua data transaksi historis yang diperoleh dari jurnal umum hingga jurnal khusus.

Pada dasarnya, format buku besar untuk perusahaan dagang dikenal relatif sederhana. Namun karena berbagai kebutuhan pelaku bisnis dalam pencatatan transaksi, maka jenis buku besar ini memiliki format lain, seperti buku besar kolom 3, kolom 4, buku besar T, dan formulir skontro.

Dengan buku besar perusahaan dagang ini, para pelaku bisnis akan lebih terbantu karena dapat mengetahui riwayat transaksi dan saldo keuangan dalam suatu periode.

Namun cara membuat buku besar manual terkadang merepotkan dan bisa saja terjadi human error, oleh karena itu sebagian besar pelaku bisnis akan mencari cara membuat buku besar yang praktis.

Apa Itu Buku Besar Perusahaan Dagang?

Apa Itu Buku Besar Perusahaan Dagang? Bagaimana Buatnya?

Dalam menyusun laporan keuangan, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan buku besar.

Nah, tapi apa itu buku besar?

Jadi, buku besar adalah alat yang berguna untuk mencatat semua perubahan yang terjadi pada suatu akun akibat transaksi keuangan.

Biasanya buku besar akan berisi perkiraan ringkasan dampak transaksi keuangan akibat perubahan aset.

BACA JUGA:  Proyeksikan Laba Rugi Sebagai Strategi Keuangan Usaha Saat Krisis

Oleh karena itu, buku besar juga berguna sebagai dasar penyusunan neraca dan laporan laba rugi usaha.

Bagi Anda yang belum tahu, kegiatan menyimpan buku besar bernama posting.

Fungsi Buku Besar Perusahaan Dagang dalam Laporan Keuangan

Tujuan utama penggunaan buku besar adalah untuk meringkas semua transaksi yang telah tertulis dalam jurnal umum.

Namun tidak hanya itu, ada 7 manfaat lain dari buku besar, antara lain:

  • Ini digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal umum
  • Alat untuk mengklasifikasikan data keuangan
  • Berfungsi sebagai pencatatan kode transaksi yang berasal dari rekening perusahaan
  • Sebagai bahan dan sumber informasi dalam penyusunan laporan keuangan
  • Bukti dari semua data yang telah dikumpulkan
  • Catatan penyesuaian ke rekening perusahaan
  • Pembaruan ke akun yang ada di buku besar dan file transaksi

Cara Membuat Buku Besar Perusahaan Dagang

Tata cara pembuatan buku besar pada perusahaan dagang hampir sama dengan pada perusahaan jasa.

Perbedaannya adalah data akun yang diambil kemudian terposting ke buku besar.

Pada perusahaan dagang, data yang terpakai meliputi data dari jurnal umum atau khusus.

Jurnal khusus ini memuat transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dagangan.

Membuat jurnal umum dan jurnal khusus bisnis hanya melalui satu sistem dashboard. Gunakan aplikasi akuntansi Jubelio.

Sedangkan jurnal umum memuat transaksi di luar jurnal khusus. Berikut adalah langkah-langkah cara membuat buku besar untuk perusahaan dagang:

Siapkan lembar buku besar yang akan terpakai. Perusahaan perdagangan biasanya menggunakan akuntansi terkomputerisasi.

Kemudian data buku besar untuk 1 akun tersebut ada dalam 1 lembar Microsoft Excel.

Tulis tanggal transaksi pada kolom Tanggal sesuai dengan tanggal transaksi yang tertera di jurnal.

BACA JUGA:  Kenali 9 Cara Efektif Dalam Mencegah, Mendeteksi dan Menginvestigasi Kecurangan Dalam Perusahaan Anda

Isikan saldo akun awal pada baris pertama kolom buku besar. Saldo tersebut berasal dari laporan neraca akhir tahun.

Jika rekening yang bersangkutan tidak memiliki saldo awal, maka “Saldo Awal” tetap tulis pada kolom Keterangan tetapi angka 0 ditulis pada kolom “Saldo”.

Tulis keterangan atau deskripsi transaksi pada kolom Description.

Jika suatu akun terdapat saldo awal pada neraca periode sebelumnya (tahun lalu), maka pada kolom keterangan tulis “Saldo Awal”.

Tuliskan nomor referensi pada kolom Nomor Referensi sesuai dengan jenis jurnal dan nomor halaman jurnal yang terposkan.

Catat nominal transaksi sesuai kolom debet atau kredit pada jurnal yang bersangkutan.

Kemudian tuliskan jumlah saldo sesuai hasil penjumlahan atau pengurangan dari setiap transaksi yang terjadi pada akun yang bersangkutan. Dari sana akan terdapat saldo akhir dari buku besar akun tersebut.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa saja jenis-jenis ledger dan cara membuatnya.

Sebelum membuat buku besar, pastikan untuk memilih buku besar yang sesuai dengan kebutuhan dan perusahaan Anda.

Jika Anda masih menjalankan bisnis dalam skala kecil dan tidak memerlukan pembaruan terus menerus tentang saldo Anda, mungkin Anda harus menggunakan buku besar berbentuk T atau skontro.

Namun, jika Anda menjalankan perusahaan yang membutuhkan update mengenai posisi saldo Anda, Anda dapat menggunakan buku besar berupa single atau multiple balance staffle.

Kini Anda dapat mencetak buku besar dengan cepat tanpa harus membuatnya secara manual, karena semuanya berjalan secara otomatis.

Kesimpulan

Bagaimana? Cara membuat buku besar perusahaan dagang dan cara membuat buku besar perusahaan jasa ternyata tidak serumit itu bukan? Sebelum membuat buku besar, pastikan terlebih dahulu memilih buku besar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika skala bisnis Anda masih tergolong kecil dan tidak memerlukan pemutakhiran saldo secara terus menerus, tidak ada salahnya memilih menggunakan ledger berbentuk T atau skontro. Namun, jika Anda menjalankan perusahaan yang mengharuskan pemutakhiran kondisi saldo secara terus-menerus, pilihlah buku besar dalam bentuk stafle saldo tunggal atau ganda.

BACA JUGA:  Jurnal Penjualan Yang Wajib Kamu Buat di Bisnismu

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian buku besar, apa arti buku besar, cara membuat buku besar perusahaan dagang. Dengan mengetahui berbagai informasi tersebut, penyusunan laporan keuangan tentunya dapat berjalan dengan baik. Sebab, pembuatan buku besar merupakan proses penting yang perlu berjalan dalam menyusun laporan keuangan.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top