Maret 9

0 comments

Akuntansi Perpajakan Yang Wajib Di Ketahui Pemilik Bisnis

Akuntansi perpajakan adalah proses pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran transaksi ekonomi yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan wajib pajak dan di akhiri dengan penyusunan laporan keuangan fiskal atau koreksi fiskal sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Laporan keuangan fiskal ini selanjutnya akan di gunakan sebagai dasar pembuatan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak (SPT).

Dalam kegiatan ini, ada beberapa prinsip dan pedoman yang harus di ikuti agar Anda dapat membuat laporan pajak atau pembukuan yang akan membantu ketika waktu pemeriksaan atau pemeriksaan telah tiba.

akuntansi perpajakan

Pengertian Akuntansi Perpajakan

Pengertian akuntansi perpajakan adalah suatu kegiatan yang mencatat keadaan keuangan suatu badan usaha dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pajak yang harus di bayar oleh wajib pajak.

Cabang akuntansi ini sebenarnya memiliki cara kerja yang mirip dengan jenis lainnya.

Dalam dunia perpajakan sebenarnya tidak ada yang namanya akuntansi, yang ada hanyalah pencatatan dan pembukuan.

Namun pada era sistem pajak modern dengan sistem self assesment saat ini, akuntansi sangat di butuhkan.

Jika akuntansi memberikan hasil laporan keuangan, akuntansi pajak memberikan hasil laporan pajak.

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Fungsi akuntansi pajak tidak hanya untuk mengetahui berapa pajak yang di bayarkan kepada petugas pajak, tetapi akuntansi pajak memiliki fungsi lain sebagai berikut:

  • Menjadi strategi dan perencanaan pajak ke depan yang bersumber dari data pembayaran pajak. Hal ini juga di jadikan sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan selama periode sebelumnya.
  • Analisis untuk mengetahui besarnya pajak yang akan di tanggung oleh perusahaan di masa yang akan datang. Mempersiapkan pembayaran pajak di masa depan akan memudahkan perusahaan dalam mengelola pajak.
  • Salah satunya laporan keuangan yang di butuhkan saat ada investor atau kebutuhan publikasi lainnya. Dengan laporan pajak yang baik, maka perusahaan di nilai memiliki kinerja yang baik pula.
  • Mendokumentasikan perpajakan setiap tahun sebagai pembanding untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan.
BACA JUGA:  5 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Omzet Jualan

Klasifikasi Pajak Dalam Akuntansi Perpajakan

Setelah Anda mengetahui tentang penjelasan akuntansi pajak, berikut ini akan di bahas mengenai klasifikasi pajak berdasarkan cara pemungutannya.

Klasifikasi ini di bagi menjadi dua jenis, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung. Berikut penjelasannya:

Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang di kenakan berdasarkan jumlah penghasilan dan kekayaan yang di miliki, besarnya pajak di atur dalam Undang-Undang Perpajakan.

Pembayaran pajak langsung ini harus di bayar oleh wajib pajak secara langsung, tidak boleh di wakilkan atau di bebankan kepada orang lain.

Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang di bayarkan ketika terjadi transaksi keuangan. Perbedaannya, pajak tidak langsung ini dapat di bebankan atau di alihkan kepada orang lain.

Misalnya, saat Anda membeli produk di mall, biasanya harga tersebut sudah termasuk pajak.

Prinsip yang Di miliki dalam Akuntansi Perpajakan

Ada beberapa prinsip yang harus di miliki dalam akuntansi pajak, yaitu sebagai berikut:

Prinsip Kesatuan

Artinya, perseroan merupakan entitas ekonomi yang tidak dapat di gabungkan dengan entitas ekonomi lainnya.

Prinsip Historis

Prinsip yang mensyaratkan pencatatan keuangan secara real time atas pembiayaan aset atau barang lainnya.

Misalnya, jika suatu perusahaan membeli alat produksi senilai Rp. 50 juta dan sedang dalam proses negosiasi Rp. 45 juta, maka nilai yang harus di catat adalah yang sesuai dengan jumlah yang akhirnya di bayarkan yaitu Rp. 45 juta.

Prinsip Pengungkapan Penuh

Semua pencatatan transaksi keuangan harus lengkap dan informatif agar di peroleh hasil yang akurat.

Jika perlu, dapat menyertakan lampiran atau catatan tambahan sebagai referensi.

Tujuannya agar risiko kesalahan dan ketidakakuratan dalam pencatatan data pajak dapat di minimalisir, bahkan di hilangkan.

BACA JUGA:  Mengenal Pentingnya Analisis Rasio Keuangan Bagi Usaha Anda

Proses dalam Akuntansi Perpajakan

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, proses akuntansi pajak tidak jauh berbeda dengan siklus akuntansi pada umumnya.

Siklus akuntansi selalu di awali dengan pencatatan akuntansi yang berkaitan dengan informasi keuangan yang dapat di nilai dengan uang.

Selanjutnya transaksi akan di catat dalam jurnal kemudian di posting ke buku besar.

Setelah itu di masukkan ke dalam contoh lembar kerja dan di akhiri dengan penyusunan laporan keuangan.

Sifat Akuntasi Perpajakan

Setelah Anda mengetahui pengertian akuntansi dan klasifikasinya, yang tidak kalah pentingnya adalah Anda juga perlu mengetahui tentang hakikat akuntansi.

Banyak dari Wajib Pajak orang pribadi maupun badan yang tidak memenuhi kewajiban membayar pajak sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku, karena tidak mengetahui ciri-ciri akuntansi perpajakan.

Berikut pembahasan tentang ciri-ciri akuntansi pajak yang harus Anda ketahui:

Pajak memiliki sifat wajib atau di paksakan kepada semua wajib pajak.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama perpajakan di Indonesia masih belum maksimal yaitu banyak wajib pajak orang pribadi maupun badan yang menghindari pajak sehingga penghasilan yang di peroleh tidak berkurang.

Pajak yang telah di bayarkan kepada pemerintah justru akan menguntungkan rakyat kembali.

Pajak yang di peroleh akan digunakan untuk membangun negara dengan pembangunan infrastruktur, subsidi, bantuan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan sebagainya.

Kewajiban semua wajib pajak adalah membayar piutang pajak sebelum jatuh tempo ke kantor pajak setempat.

Sedangkan wajib pajak berhak di layani oleh petugas pajak dengan sebaik-baiknya karena sudah menjadi warga negara yang taat pajak.

Fungsi pemanfaatan hasil pajak tidak hanya di gunakan dalam aspek ekonomi

tetapi pada aspek sosial dan budaya suatu negara.

BACA JUGA:  Fungsi, Peran, Dan Tugas Buyer Dalam Kegiatan Purchasing

Akuntansi pajak bisa di bilang merupakan salah satu hal yang cukup penting bagi perusahaan.

Dengan pembukuan pajak yang rapi dan baik, maka perusahaan di nilai memiliki kinerja yang baik.

Selain itu, akuntansi pajak juga membantu perusahaan untuk selalu membayar pajak kepada negara tepat waktu.

Untuk dapat menentukan besarnya pajak yang harus di bayar diperlukan perhitungan akuntansi yang rumit dan harus di lakukan secara cermat.

Artinya, tidak boleh ada kesalahan dalam perhitungan, apalagi jika ada sumber pendapatan yang tersembunyi.

Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk tidak melakukan perhitungan pajak.

Setiap perusahaan dapat menggunakan bantuan teknologi seperti aplikasi akuntansi yang dapat mempermudah proses perhitungan pajak secara cepat dan akurat.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik