Januari 13

0 comments

5 Hal Terkait Laporan Keuangan Perusahaan Dagang


5 hal terkait laporan keuangan perusahaan dagang

Perusahaan dagang adalah dimana terdapat kegiatan pembelian sekaligus penjualannya. Berbeda dengan perusahaan jasa yang tidak memiliki  barang namun hanya melakukan penjualan berdasarkan kemampuan mendelivery kan jasa. Dibawah ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan perusahaan dagang adalah, 

#1 Likuiditas 

Banyak perusahaan dagang yang mungkin kesulitan pada saat melakukan likuiditas. Dalam artian mereka memiliki cash yang cukup sulit kemudian akhirnya cash tersebut dialokasikan ke tempat yang lain.

Jadi, perhatikan pada manajemen cashnya agar tidak kesulitan ketika melakukan pembayaran dan mungkin ketika distributor atau supplier memberikan diskon.

#2 Persediaan

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah dalam hal persediaan. Sebaiknya perusahaan menghindari terjadinya barang yang  terlalu over, dalam artian jika memiliki barang yang tersimpan dan itu masih akan terjual dalam waktu yang belum bisa ditentukan, kemungkinan besar akan terjadi peminjaman/hutang karena biaya untuk membeli barang baru tidak ada. Sedangkan barang yang dimiliki  masih belum terjual. 

#3 Piutang 

Piutang adalah dimana customer melakukan pembelian namun belum melakukan pembayaran sehingga perusahaan memiliki piutang terhadap customer tersebut.

Bisa dikatakan jika perusahaan memiliki piutang kepada customer dengan jumlah besar maka bisa dipastikan perusahaan tidak akan likuid dan yang akan terjadi adalah perusahaan akan hutang kepada pihak ketiga.

Jadi sebaiknya sebagai perusahaan dagang jangan memberikan hutang dengan jangka waktu yang lama, dan cari cara bagaimana cara mengurangi supaya memberikan hutang lebih kecil.

Terkadang perusahaan memerlukan Credit Limit yang mana memberikan ketentuan bagi customer untuk tidak hutang terlalu banyak atau pada awalnya tidak boleh berhutang dan selanjutnya jika sudah agak lama (pelanggan tetap) diberikan dengan termin-termin tertentu dengan jumlah tertentu dan jika belum terbayar jangan diberikan hutang lagi, dan jangan hanya mengejar omset banyak namun piutangnya besar. 

#4 Hutang

Modal yang mana berasal dari hutang kepada pihak ketiga memang diperbolehkan demi memperlancar proses bisnis yang ada di perusahaan, namun sebaiknya hutang jangan terlalu banyak agar nantinya dapat diinvestasikan ke asset perusahaan. Perlu diperhatikan juga agar para pelaku bisnis dapat lebih berhati-hati dalam mengatur hutang agar terkontrol.

#5 Komposisi Margin

Usaha dagang yang perlu dilihat adalah margin kotor atau gross profit. Selisih dari perbandingan harga beli dengan harga jual itulah yang disebut sebagai margin kotor.

Jadi pastikan ketika margin kotor kecil maka omset harus besar, namun ketika marginnya besar masih bisa di cover dengan faktor-faktor yang lain tapi tetap diperhatikan unsur-unsur omsetnya hingga pada akhirnya pastikan Nett Profitnya cukup untuk memenuhi operasional perusahaan.

Jangan sampai net profitnya tidak mencukupi hingga mengakibatkan perusahaan kerugian pada perusahaan. 

 

Demikian penjelasan tentang 5 hal terkait laporan keuangan perusahaan dagang. Semoga menjadi pencerahan bagi Anda untuk memahami Laporan Keuangan usaha. Jangan khawatir, kami akan membantu apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai pembahasan diatas. Silahkan kontak kami ya

 


Tags

bisnis, laporan keuangan, sistem perusahaan


You may also like

Konsultan: Perhitungan Pajak Atas Jasa Konsultasi Terspesialisasi

Multi Level Marketing : Bagaimana Pelaporan Pajaknya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube