Januari 22

0 comments

Standar Akuntansi Keuangan Yang Berlaku di Indonesia

Standar akuntansi keuangan adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh mereka yang ingin serius di dunia akuntansi. Selain belajar akuntansi, Anda juga harus memahami aturan dan standar standar untuk kegiatan kerja di masa depan.

Hampir setiap jurusan memiliki standar atau pedoman dan akuntansi sendiri. Untuk Indonesia sendiri telah memiliki berbagai standar akuntansi yang digunakan di berbagai badan usaha dan organisasi.

Standar akuntansi Indonesia mengacu pada teori yang ada yang digunakan secara global, seperti IFRS. Bersamaan dengan itu, karena Indonesia merupakan anggota IFAC (International Federation of Accountants) maka menentukan tujuan IFRS itu sendiri, yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi negara kita.

Saat ini Komite Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah menerbitkan 4 standar akuntansi, dan Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) telah menerbitkan 1 acuan standar.

standar akuntansi

Standar yang telah ditetapkan ini telah banyak digunakan oleh sebagian besar entitas, termasuk lembaga swasta dan negara bagian. Berikut ini adalah standar akuntansi yang berlaku di Indonesia:

1. PSAK-IFRS

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah praktik akuntansi standar yang digunakan di Indonesia, disusun dan dikeluarkan oleh Komite Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Standar ini merupakan aturan standar untuk pengelolaan pencatatan, penyusunan, pengolahan dan penyajian laporan keuangan.

Hal ini berlaku untuk entitas atau perusahaan yang memiliki tanggung jawab publik, yaitu entitas terdaftar atau dalam proses pendaftaran pasar modal atau entitas perwalian, misalnya perusahaan tercatat, asuransi, bank. , BUMN.

Pada tahun 2015, PSAK secara resmi mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang merupakan kelanjutan dari Standar Akuntansi Internasional yang banyak digunakan sebagai standar akuntansi di negara / kawasan lain.

2. SAK-ETAP

Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tidak Bertanggung Jawab Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas yang tidak bertanggung jawab publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki tanggung jawab publik utama; dan untuk mempublikasikan laporan keuangan umum untuk pengguna eksternal.

Contoh pengguna eksternal adalah pemilik, kreditor, dan lembaga pemeringkat kredit yang tidak terlibat langsung dalam manajemen bisnis.

SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dalam proses implementasi dan diharapkan menyediakan saluran pembiayaan ETAP yang nyaman bagi bank.

SAK ETAP adalah SAK independen dan tidak melibatkan SAK umum, sebagian besar siklus akuntansi menggunakan konsep biaya historis.

Mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP; dalam hal perlakuan akuntansi, ini adalah bentuk pengaturan yang lebih sederhana, dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.

3. Standar Akuntansi Islam (SAS)

Standar Akuntansi Syariah (SAS) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK) untuk entitas (entitas lembaga Islam dan lembaga non-Islam) yang melakukan transaksi Syariah.

Pengembangan SAS dilakukan dengan mengikuti model SAK umum, namun berdasarkan hukum Islam dan mengacu pada fatwa MUI. SAS mencakup kerangka konseptual; penyajian laporan keuangan Islam; akuntansi murabahah; salam Musharraka Madarabah; Istishna.

4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Standar Akuntansi Pemerintahan atau SAP adalah aturan standar yang dirumuskan oleh Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan atau KSAP.

Aturan ini merupakan prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan dan penyampaian laporan keuangan pemerintah yang terdiri dari laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) dan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

Laporan keuangan utama berdasarkan standar akuntansi pemerintahan adalah laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Semua standar akuntansi keuangan tersebut telah banyak digunakan oleh banyak perusahaan atau entitas di Indonesia, namun standar tersebut tidak langsung berlaku untuk akuntansi manajemen.

Sebagai seorang akuntan, Anda juga harus memahami perbedaan antara standar tersebut. Ketahui lebih dalam mengenai standar akuntansi di Indonesia. Berikut video yang kami buat untuk Anda pelajari.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ngeh Pajak.. Hitung Pajak Notaris / PPAT & Lapor SPT

Belajar Akuntansi dan Memahami Dengan Mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube