April 20

0 comments

3 Hal Ini Mempengaruhi Besar Tidaknya Pajak Usaha Yang Anda Bayarkan

Hemat Pajak Usaha – Membangun bisnis merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi diri secara internal, terus berkembang dan berinovasi melalui kreativitas yang besar. Mengandalkan doa, hati, kerja keras, tekad dan kemauan yang kuat, akan mengantarkan pada kesuksesan dalam mengembangkan bisnis.

Bisnis mencakup semua kegiatan dan bisnis yang menghasilkan uang dengan menyediakan barang dan jasa yang di butuhkan oleh sistem ekonomi. Beberapa perusahaan memproduksi barang berwujud, sementara yang lain menyediakan jasa.

Bisnis tidak akan lepas dari kewajiban perpajakan. Dalam hal perpajakan atas usaha yang di lakukan oleh perusahaan (baik perorangan maupun badan), pajak pusat dapat di bayarkan. Pembayaran ini dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam hal ini, perusahaan membutuhkan perencanaan pajak yang tepat.

Perencanaan perpajakan adalah proses pengelolaan transaksi yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan wajib pajak, sehingga jumlah pajak yang di setor sekecil mungkin, namun tetap tunduk pada peraturan perundang-undangan perpajakan.

Tax planning atau perencanaan pajak penghasilan badan merupakan bagian dari pengelolaan perpajakan. Perencanaan pajak adalah serangkaian strategi yang bertujuan untuk mengatur siklus akuntansi dan keuangan perusahaan dengan cara yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan perpajakan (secara legal) untuk mengurangi kewajiban perpajakan. Lantas, aspek apa saja yang perlu diperhatikan agar perpajakan lebih efisien?

pajak usaha

1. Pilih badan usaha yang tepat

Hal yang harus di perhatikan saat ingin memulai usaha adalah bentuk badan usaha. Ada banyak jenis instansi, di antaranya PT dan CV. Semua punya ciri khas masing-masing. CV dan PT juga memiliki perlakuan pajak yang berbeda.

Dasar perpajakan CV lebih sederhana dari pada PT, karena CV adalah kemitraan / pengembangan bisnis pribadi.

Keuntungan CV yang diterima pada akhir tahun hanya dikenakan pajak satu kali (PPh Pasal 25/29), sedangkan keuntungan yang diperoleh pemilik CV tidak kena pajak dan dimasukkan ke dalam laba tidak kena pajak sesuai dengan Pasal 4 (3) (i) Objek Pajak Penghasilan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Penghasilan yang di terima oleh pengurus resume tidak di anggap sebagai gaji dan oleh karena itu tidak termasuk dalam Pasal 21 UU Pajak Penghasilan.

Bentuk usaha PT memisahkan aset perusahaan dari pemiliknya, sehingga ada kemungkinan pajak berganda untuk setiap pihak yang menerima penghasilan. Penghasilan yang di peroleh PT akan di kenakan pajak (PPh 25/29). Dan sebagian keuntungan (dividen) yang di bagikan kepada pemilik (badan/perseorangan) juga akan di kenakan pajak (PPh Pasal 23 / PPh Pasal 4 Final) Ayat 2), gaji pengelola juga di kenakan pajak (PPh 21).

pajak usaha

2. Perencanaan aspek perpajakan PPh dan PPN

Sebagian besar wajib pajak badan masih belum mengetahui bahwa selama tidak menyimpang, mereka bisa memotong pemotongan pajak.

Pajak apa yang bisa dipotong:

  1. PPN memasukkan faktur pajak
  2. PPh atas pembelian solar dan / atau produk impor 22
  3. PPh atas pendapatan jasa atau sewa 23
  4. Pajak fiskal asing atas perjalanan karyawan pada bisnis resmi 3. Maksimalkan biaya yang dapat di kurangkan

3. Maksimalkan biaya deductible

Dalam perpajakan, biaya di bagi menjadi dua kategori, yaitu biaya yang dapat di kurangkan dan biaya yang tidak dapat di kurangkan. Biaya yang dapat di kurangkan adalah biaya yang tidak memerlukan koreksi pembiayaan ulang karena biaya tersebut telah di konfirmasi oleh undang-undang perpajakan. Artinya biaya tersebut dapat di kurangkan dari laporan laba rugi kotor perusahaan.

Pada saat yang sama, biaya yang tidak dapat di kurangkan mengacu pada biaya yang belum melewati konfirmasi pajak. Artinya, biaya ini tidak dapat mengurangi laba kotor perusahaan, dan penyesuaian fiskal aktif harus di lakukan. Berdasarkan pengelompokan kedua biaya tersebut, perusahaan harus mengelola transaksi yang biaya tidak dapat di kurangkan dari basis keuangan.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube